Fluktuatif dan Cetak Rekor Lagi, IHSG Kamis Ditutup Menguat ke Level 7.433

0
286

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Kamis sore ini (14/3), terpantau menguat 12,108 poin (0,16%) ke level rekor 7.433,315 setelah dibuka turun ke level 7.407,295.

IHSG bergerak di dua zona lalu berakhir di level rekor barunya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya dalam rentang terbatas, mengikuti Wall Street yang semalam berakhir secara mixed.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,06% atau 10 poin ke level Rp 15.587, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah melemah di sesi global sebelumnya; dalam pergerakan sempit setelah rilis inflasi CPI Amerika yang sedikit di atas ekspektasi dan investor menunggu data ekonomi berikutnya.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.575, serta terpantau dekat dengan level sebulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 13,912 poin (0,19%) ke level rekor 7.407,295. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,244 poin (0,32%) ke level 1.000,235. Siang ini IHSG menguat 5,463 poin (0,07%) ke level 7.426,670. Sementara LQ45 terlihat naik 0,26% atau 2,627 poin ke level 1.006,106.

IHSG kemudian terkoreksi lalu bangkit lagi dan ditutup menguat menguat 12,108 poin (0,16%) ke level rekor 7.433,315, sedangkan LQ45 naik 0,81% atau 8,117 poin ke level 1.011,596. Tercatat saat ini sebanyak 271 saham naik, 232 saham turun dan 269 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed di antaranya Nikkei yang naik 0,29%, dan Hang Seng yang menurun 0,71%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Surya Semesta (SSIA) 9,68%, Medco (MEDC) 9,02%, Bank BTN (BBTN) 3,26%, dan Bank BCA (BBCA) 3,25%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif bias rally dan mencetak rekor baru kembali, sementara bursa kawasan Asia sore ini dalam rentang terbatas, mengikuti Wall Street yang mixed.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking di sekitar overbought-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.453 dan 7.470. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.238, dan bila tembus ke level 7.181.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group