Konsolidasi Bias Positif, IHSG Selasa Siang Menguat ke Level 6.219

0
56

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (2/6), terpantau menguat signifikan 91,480 poin (1,49%) ke level 6.218,861 setelah dibuka naik ke level 6.173.007.

IHSG bergerak rebound di sekitar area konsolidasi seminggu terakhir, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah ketidakpastian kesepakatan negosiasi antara AS – Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam ketiga indeks acuannya dalam rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini tertekan dengan melemah 0,08% atau 14 poin ke level Rp 17.879, dengan dollar AS di pasar uang Asia agak melandai setelah menanjak di sesi global sebelumnya; tertahan di sekitar area konsolidasi 2 minggu terakhir sementara investor mencermati negosiasi perang antara AS-Iran yang terkesan maju mundur.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.865, serta terpantau lanjut membukukan rekor intraday terendah barunya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 45,626 poin (0,74%) ke level 6.173.007. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,050 poin (0,83%) ke level 616,220. Siang ini IHSG menguat 91,480 poin (1,49%) ke level 6.218,861. Sementara LQ45 terlihat naik 1,51% atau 9,210 poin ke level 620,380.

Tercatat saat ini sebanyak 336 saham naik, 316 saham turun dan 164 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,87%, dan Hang Seng yang naik 1,61%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini agak konsolidasi bias positif, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah ketidakpastian negosiasi antara AS – Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,966 dan bila tembus ke level 5,882.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group