Level 7 Minggu Tertingginya, IHSG Jumat Ditutup Menguat ke Level 7.317

0
573
Vibizmedia Photo

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, penutupan Jumat sore ini (17/5), terpantau menguat cukup signifikan 70,542 poin (0,97%) ke level 7.317,238 setelah dibuka naik ke level 7.320,042.

IHSG rally kuat 3 hari ke level 7 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed, mencermati Wall Street yang semalam berakhir agak mixed di sekitar level rekor mereka.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,26% atau 41 poin ke level Rp 15.966, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah menguat; berupaya bangkit dari kemungkinan loss mingguannya oleh meredanya inflasi dan lemahnya penjualan retail AS.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.925, serta terpantau terkoreksi dari level 5 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 73,346 poin (1,01%) ke level 7.320,042. Sedangkan indeks LQ45 naik 10,889 poin (1,20%) ke level 920,195. Siang ini IHSG menguat 86,104 poin (1,19%) ke level 7.332,800. Sementara LQ45 terlihat naik 1,19% atau 10,834 poin ke level 920,140.

IHSG kemudian agak turun di zona hijau dan ditutup menguat 70,542 poin (0,97%) ke level 7.317,238, sedangkan LQ45 naik 1,12% atau 10,201 poin ke level 919,507. Tercatat saat ini sebanyak 253 saham naik, 245 saham turun dan 274 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini mixed bias menguat di antaranya Nikkei yang turun 0,34%, dan Hang Seng yang menanjak 0,91%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Merdeka Battery (MBMA) 9,01%, Harum Energy (7,31%), Vale (INCO) 6,92%, dan Trimegah Bangun Persada (NCKL) 6,15%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini mencatat rally kuat 2 hari, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed menguat, mengikuti Wall Street yang mixed di sekitar level rekor.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan diincar profit taking karena sudah di overbought area-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.356 dan 7.396. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.203, dan bila tembus ke level 7.054.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group