Perusahaan BUMN Gelar Pelatihan Pelaku Usaha dalam Pelestarian Terumbu Karang

0
193

(Vibizmedia – Likupang) Masyarakat Desa Wisata Pulisan, yang adalah salah satu destinasi wisata menarik yang berada di Likupang, Sulawesi Utara, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap ekosistem terumbu karang di sepanjang garis Pantai Pulisan. Hal ini dikarenakan terumbu karang merupakan komponen penting dalam ekosistem lautan.

Fungsi terumbu karang adalah sebagai habitat dan tempat berkembangnya biota-biota laut seperti ikan, dan lain sebagainya kerap kali dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kapur, bahan perhiasan, dan masih banyak lagi.

Potensi manfaat terumbu karang yang sangat besar ini mendorong PT Brantas Abipraya (Persero) bersama dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya memberikan pelatihan bertemakan “Konsistensi Pelaku Usaha Dalam Melestarikan Lingkungan” di Pantai Panulisan. Tak hanya itu saja, Brantas Abipraya bersama BUMN-BUMN lainnya juga tergerak untuk melakukan Konservasi Terumbu Karang di tempat yang sama.

Kedua kegiatan tersebut menjadi program yang diusung sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Ditemui di tempat terpisah, Tumpang Muhammad, Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya mengatakan, kegiatan ini, selain membangun kesadaran untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan dari ekosistem laut, pihaknya juga mendorong kesadaran para pelaku usaha yang hidup di pesisir pantai untuk mampu melihat potensi usaha dari terumbu karang yang dilestarikan.

Tumpang Muhammad menambahkan bahwa dengan memanfaatkan potensi tersebut, jenis usaha nasabah ultra mikro di Minahasa Utara bisa lebih variatif.

Tumpang melanjutjab, status Pantai Pulisan ini adalah sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas. Diharapkan lingkungannya terjaga, dapat meningkatkan daya tarik pariwisata dan dapat mendorong ekonomi masyarakat lokal.

Sebagai tambahan informasi, keseriusan Brantas Abipraya ini dalam implementasi program TJSL khususnya pada pilar pembangunan lingkungan yakni Abipraya Peduli Lingkungan juga terlihat dari beberapa kegiatan lainnya.

Salah satu yang dilakukan perusahaan konstruksi ini adalah dengan melakukan penghijauan kawasan bendungan yang sedang digarap, seperti penghijauan di proyek PLTM Padang Guci 1 dan 2 di Bengkulu juga di greenbelt Waduk Tukul Pacitan dan Bendungan Ciawi yaitu penghijauan hulu sungai Ciliwung dan Cisadane.

Abipraya Peduli Lingkungan juga memiliki program penanaman pohon sengon sebanyak 12.500 pohon di desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Abipraya juga menanam 800 pohon buah yang terdiri dari durian, mangga, dan pinus di area Proyek PLTM Padang Guci 1 dan 2.

Penanaman ini pun langsung bermitra dengan masyarakat lokal dengan pola tumpang sari dengan tanaman sayuran di bawah tegakan pohon buah dan pelindung tersebut.

Sebelumnya pun Brantas Abipraya berkolaborasi bersama tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya lainnya menanam 100.000 bibit bakau atau mangrove di areal seluas 3,5 hektare (ha) kawasan Timbul Sloko, Demak, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.

Tak hanya sebagai wujud kontribusi nyata Brantas Abipraya terhadap pemberdayaan pada pilar lingkungan, aksi ini juga memberikan dampak pada komunitas lokal, serta mendukung penguatan ekonomi lokal yang terkait sektor lingkungan dan pariwisata.

Tumpang Muhammad menjelaskan, masyarakat adalah salah satu bagian penting untuk kemajuan Brantas Abipraya. Ini adalah bukti komitmen kami sebagai BUMN konstruksi, tidak hanya fokus membangun Indonesia melalui karya infrastruktur namun juga dengan turut mensejahterakan, membantu sesama lewat program TJSL. Kemajuan Brantas Abipraya juga tentunya atas dukungan masyarakat sekitar, untuk itulah pihaknya berinvestasi pada masyarakat dan lingkungan dalam wujud program TJSL.