Produksi Minyak Pertamina Naik, 60% Capex Fokus di Hulu Migas

0
154
Pertamina Patra Niaga
Ilustrasi Pertamina Patra Niaga menyalurkan produk Pertamina Renewable Diesel secara perdana kepada PT Trakindo Utama, sebagai bahan bakar untuk mesin alat Power Generator tipe 3516E. DOK: PERTAMINA

(Vibizmedia-Nasional) Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Wiko Migantoro menyampaikan produksi minyak Pertamina 2023 tercatat mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibanding produksi minyak 2022. Produksi naik dari 514.000 Barel per Hari (BOPD) pada 2022 menjadi 566.000 BOPD pada tahun 2023.

Hal tersebut, ditopang produksi domestik sebesar 415 MBOPD dan 151 MBOPD dari internasional. Produksi minyak domestik 2023 memang mengalami fluktuatif dari 417 MBOPD menjadi 415 MBOPD, namun untuk blok di mana Pertamina sebagai operator produksinya mengalami kenaikan dari 337 MBOPD menjadi 339 MBOPD. Pertamina sendiri berhasil mengelola decline rate minyak dari 19 persen menjadi 2 persen melalui program kerja yang produktif.

“Produksi gas domestik mengalami peningkatan 3 persen dari 2.241 MMSCFD pada tahun 2022 menjadi 2.388 MMSCFD pada 2023,” ujar Wiko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, dikutip dari siaran pers Pertamina yang InfoPublik terima, pada Kamis, 6 Juni 2024.

Menurut Wiko, sepanjang 2023, Pertamina telah melakukan pemboran sumur secara massif sebanyak 799 sumur, lebih tinggi 16 persen dibanding tahun 2022. Pertamina juga melakukan kerja ulang sebanyak 835 pekerjaan atau 31 persen lebih tinggi dibanding 2022 dan perawatan sumur sebanyak 32.589 pekerjaan atau 11 persen lebih tinggi dibanding 2022.

“Saat ini Pertamina berkontribusi sebesar 69 persen lifting nasional untuk minyak dan gas sebesar 34 persen nasional,” katanya.

Kegiatan di hulu migas Pertamina, lanjutnya, memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara baik secara nasional maupun daerah. Hulu Migas Pertamina berkontribusi sebesar USD3 miliar yang berasal dari pajak dan sebesar USD4,2 miliar dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina mengalokasikan investasi yang besar di hulu migas untuk menjaga decline rate dan sekaligus meningkatkan produksi migas.

“Capex Pertamina sekitar 60 persen difokuskan di hulu migas untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” terang Fadjar.

Perlu diketahui, Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.