Menteri PUPR di Tajikistan: Indonesia Komitmen Terapkan Sumber Energi Terbarukan

0
175
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri SDA Uzbekistan di Uzbekistan (Foto: Biro Komunikasi Publik PUPR)

(Vibizmedia – Nasional) Pemerintah Indonesia berkomitmen terapkan transisi sumber energi terbarukan guna mencapai net zero carbon, melalui pembangunan 248 bendungan tenaga air di seluruh Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sampaikan hal ini pada pertemuan bilateral dengan Menteri Sumber Daya Air dan Energi Republik Tajikistan Daler Jum’a Shofaqir. Pertemuan dilakukan saat menghadiri The 3rd Dushanbe Water Action Decade Conference di Dushanbe, Republik Tajikistan pada pada Selasa (11/6/2024).

“Indonesia berkomitmen meraih net zero carbon dengan menerapkan transisi sumber energi terbarukan, salah satunya melalui pembangun bendungan tenaga air. Hingga 2024, Indonesia telah membangun sekitar 248 bendungan. 187 bendungan telah dibangun sebelum 2015 dan 61 bendungan dibangun pada periode 2015-2024,” ucap Menteri PUPR Basuki melalui siaran pers pada Kamis (13/6/2024).

Pembangkit Listrik Tenaga Air Nurek Tajikistan memiliki kapasitas lebih dari 3.000 Megawatt (MW) mampu menghasilkan sekitar 50 persen dari total kebutuhan energi tahunan di Tajikistan.

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, tenaga air di Indonesia berpotensi naik hingga 16.027 MW. Sebanyak 43 dari 61 bendungan yang dibangun pada 2015-2024 memiliki potensi listrik tenaga air sebesar 255,15 MW. Di antara 248 bendungan, 246 bendungan juga memiliki potensi untuk pembangkit listrik tenaga surya  terapung atau floating photovoltaic (FPV) hingga 13.575 MW.

“Kami ingin memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Tajikistan pada potensi energi terbarukan melalui pemanfaatan FPV. Misalnya melalui penelitian tentang dampak lingkungan dari fasilitas FPV, pengembangan standar dan pedoman untuk mengelola risiko dalam pemasangan FPV, serta regulasi dan kebijakan yang lebih baik untuk memfasilitasi pengembangan proyek FPV,” ungkap Basuki.

Menteri PUPR mengapresiasi Pemerintah Tajikistan yang telah berperan dalam kegiatan World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan di Bali, Indonesia pada 18-25 Mei 2024.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sumber Daya Air dan Energi Republik Tajikistan Daler Jum’a Shofaqir menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 dan berharap Indonesia dapat terus memperkuat isu air di tingkat global.

“Kami mengajak Indonesia untuk ikut terlibat dalam kemitraan untuk memperkuat posisi air dalam agenda global yang sedang dikembangkan Tajikistan bersama Belanda, Senegal dan Uni Emirat Arab. Kami harap Bapak Basuki dan Indonesia dapat melanjutkan kepemimpinan dalam mencapai resolusi serta terlibat dalam dialog interaktif,” kata Daler Jum’a.

Turut hadir mendampingi Menteri PUPR Basuki, Duta Besar LBBP RI untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan Fadjroel Rachman, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Bob Arthur Lombogia, dan Sekretaris Ditjen (Direktorat Jenderal) Bina Konstruksi Dewi Chomistriana.