Naik Pesawat dengan Nyaman

"Itu bagian dari kesepakatan, baik Anda terbang di kelas utama, premium, bisnis, atau ekonomi." Kesepakatan itu dimulai dengan menaiki pesawat. Jika kita dapat menyetujui praktik terbaik sejak awal, seluruh proses perjalanan dapat berjalan lebih lancar, membuat penerbangan — dan kehidupan — lebih baik bagi semua orang.

0
216
Naik Pesawat

(Vibizmedia – Be Yourself) Ada sesuatu tentang mengejar pesawat — stres, keterbatasan waktu, ada rintangan — yang menempatkan kita semua dalam mode karakter “saya yang terutama”, terkadang dengan mengorbankan kesopanan umum. Namun, tidak peduli seberapa besar, rasanya seperti kita sedang melawan seluruh dunia saat kita mau terbang, pada kenyataannya, itu adalah upaya tim. “Itu bukan pesawat Anda, dan ada orang lain, … dan kebutuhan Anda belum tentu lebih penting daripada kebutuhan mereka,” kata William Hanson, seorang pelatih etika dan direktur English Manner.

Suasana Bandara Amsterdam Schiphol (Foto: Julian/Kontributor Vibizmedia)

“Itu bagian dari kesepakatan, baik Anda terbang di kelas utama, premium, bisnis, atau ekonomi.” Kesepakatan itu dimulai dengan menaiki pesawat. Jika kita dapat menyetujui praktik terbaik sejak awal, seluruh proses perjalanan dapat berjalan lebih lancar, membuat penerbangan — dan kehidupan — lebih baik bagi semua orang. Berikut ini, aturan tidak resmi untuk menaiki pesawat menurut para ahli perjalanan dan etiket.

Tiba di bandara tepat waktu

Aturan yang sangat mendasar yang mungkin tidak perlu disampaikan kepada para pembaca, tetapi untuk berjaga-jaga: “Tiba di sana tepat waktu,” kata pakar dan pelatih etika Lisa Richey. Seorang pelancong yang sopan akan tiba dengan cukup waktu sehingga mereka tidak perlu merepotkan pelancong lain. Boarding akan berjalan lancar jika penumpang berada di gerbang dengan waktu tersisa setidaknya beberapa menit, tidak jika Anda menyerobot antrean dan berlari cepat melewati terminal, memukul pelancong dengan tas jinjing yang melambai-lambai sambil berteriak, “Tahan pesawatnya!”

Bandara Soekarno-Hatta
Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Info Publik)

Perlakukan gerbang seperti lobi hotel, bukan piknik

Sebagai aturan praktis, perlakukan ruang tunggu seperti sedang di lobi hotel atau kantor dokter. Jadi tunggulah dengan rasa nyaman. Tetapi jangan terlalu nyaman. Entah itu masih beberapa waktu lebih awal atau terjadi penerbangan tertunda, janganlah membuat kegaduhan atau menyiapkan hidangan piknik yang rumit. Ada orang lain yang ingin berbagi tempat duduk dan lantai yang berharga sebelum lepas landas.

Lakukan panggilan telepon dengan cepat dan tenang

Jutaan orang saat ini dapat bekerja dari mobil, lounge, atau toilet bandara, tetapi itu tidak berarti harus selalu dilakukannya. Jika harus menerima panggilan telepon saat naik pesawat, batasi percakapan seminimal mungkin, kata Hanson. Panggilan telepon singkat dapat diterima, tetapi simpan panggilan yang lebih lama dan lebih mendalam untuk privasi kamar hotel. Saat berbicara dengan semua orang di gate untuk membahas proposal bisnis, itu mengirimkan pesan kepada sesama pelancong bahwa “apa yang saya lakukan jauh lebih penting daripada apa yang dilakukan orang lain di sini,” kata Hanson.

Kumpulkan barang-barang sebelum mengantre

Naik pesawat akan segera dimulai; waktu untuk boarding sudah hampir tiba. Manfaatkan saat-saat terakhir ini untuk beralih ke mode efisiensi. Buang sampah, gabungkan tas, isi ulang botol air, simpan charger handphone. “Ketahui barang apa saja yang ingin Anda akses selama penerbangan,” dan pastikan barang-barang tersebut mudah dijangkau, tulis Alexis Bowen, salah seorang pendiri perusahaan perencana perjalanan Elsewhere by Lonely Planet, dalam sebuah email.

Natal
Sejumlah penumpang tampak mengantre untuk melewati pemeriksaan di Bandara Metro Detroit Metro di Romulus, Michigan, pada 22 Desember 2022. (Foto: AFP Jeff Kowalsky)

Jangan sampai menunda boarding dengan mencari-cari ponsel atau kaus kaki di dalam tas nanti. Boarding pass berupa fisik atau di ponsel, siapkan untuk dipindai sebelum menemui petugas gerbang, kata Bowen. Jika boarding pass bentuknya digital, Hanson menyarankan untuk secara proaktif menaikkan cahaya ponsel ke tingkat kecerahan penuh sehingga dapat dipindai dengan lebih mudah — sehingga antrean tetap berjalan semulus mungkin.

Tunggu giliran untuk naik pesawat. (Serius.)

Sangat menggoda untuk berdesakan di gerbang sambil menunggu boarding, terutama jika tempat penyimpanan bagasi terbatas dan banyak dari kita membawa tas yang tidak ingin diperiksa. Bahkan pakar perjalanan Samantha Brown — pembawa acara pemenang Emmy dari acara PBS “Samantha Brown’s Places to Love” — bersalah karena mengganggu penumpang sebelum naik pesawat.

“Saya rasa petugas gerbang menyebut kami ‘kutu gerbang,’” katanya. Meskipun mengantre secepat mungkin mungkin terdengar membantu, hal itu sebenarnya dapat memperlambat proses naik pesawat. “Jika Anda sudah di sana dan tidak naik pesawat, berarti Anda menghalangi,” kata Brown. Sebaliknya, tunggu hingga giliran sebelum mendekati petugas gerbang. Jangan mencoba menyelinap di depan orang lain. “Itu sama sekali membuang-buang waktu bagi semua orang saat Anda dipanggil,” kata Hanson. Jaga jarak yang aman dari area naik pesawat dan juga sesama penumpang. Tidak ada yang suka berdesakan.

Jangan menghilang dengan headphone

Saat tiba waktunya untuk menyerahkan boarding pass kepada petugas gerbang atau menyapa pramugari di pesawat, lepas headphone Anda atau setidaknya keluarkan earbud untuk menunjukkan bahwa Anda adalah manusia yang baik yang mau meluangkan waktu untuk orang lain. Sangat mudah untuk mengenakan headphone dan melarikan diri dari berbagai gangguan di dunia dengan daftar putar atau buku audio yang bagus. Kita juga mudah lupa bahwa mengenakan headphone saat berinteraksi dengan orang lain adalah tindakan yang tidak sopan.

penumpang pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat terbang (Foto: freepic)

Temukan tempat duduk dan duduklah dengan cepat

Sesudah berada di dalam pesawat, prosesnya masih belum selesai. Teruslah maju dengan menemukan tempat duduk dan keluar dari lorong secepat mungkin, segera duduk, sehingga orang lain dapat melakukan hal yang sama. “Hindari membuang waktu terlalu lama untuk menyimpan barang bawaan dan bersiap; lakukan apa pun yang Anda bisa untuk tidak menghambat antrean,” kata Bowen. Jika duduk di kursi lorong, Richey mengatakan untuk berhati-hati terhadap teman sebaris. Berdirilah saat mereka tiba, berikan jalan sampai mereka duduk.

Gunakan kabin di atas kepala yang paling dekat dengan tempat duduk

Meskipun masih ada banyak ruang, dengan meletakkan barang bawaan dekat dengan tempat duduk. Semua orang akan dapat meletakkan tas mereka di dekat mereka, menghindari skenario yang ditakuti “tas saya ada di bagian belakang pesawat, tetapi saya duduk di bagian depan”. Namun, bila kabin memang sudah penuh. Bersikaplah sopan dan ikuti aturan jika harus menyimpan barang-barang di tempat yang sangat jauh. “Jangan berebut kabin di atas kepala,” kata Bowen.

Ingat “Golden Rule”

Perjalanan, seperti banyak hal lainnya, akan jauh lebih baik jika orang-orang menyayangi sesama — bahkan jika sesama kita merajalela di sandaran tangan. Brown telah menetapkan tujuan untuk “membalas budi” saat bepergian, seperti dengan membantu seseorang membawa tas mereka atau bertanya kepada orang-orang dengan masalah mobilitas di pintu masuk apakah dia dapat mengambilkan sesuatu untuk mereka saat membeli kopi sebelum penerbangan. “Apa pun yang sedang Anda alami, ada orang lain yang mengalaminya 10 kali lebih sulit daripada Anda,” katanya. Dan, jika Anda cukup beruntung menjadi penumpang yang sering terbang, kata Brown, “sebarkan kemampuan dan pengetahuan Anda untuk membantu orang lain.”

Ilustrasi pesawat internasional. FOTO: WIKIPEDIA

Etika saat naik pesawat juga mencakup kesadaran terhadap lingkungan sekitar, seperti tidak merokok di area yang dilarang dan mematuhi larangan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, menjaga ketertiban di dalam kabin dan memberikan perhatian kepada instruksi keselamatan adalah hal penting untuk keselamatan bersama. Berbicara dengan tenang dan menghargai privasi orang lain juga merupakan bagian dari perilaku yang dihargai dalam pengalaman penerbangan yang aman dan nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here