Kemenkes Gencarkan Kolaborasi dalam Upaya Memerangi TBC

0
284

(Vibizmedia – Jakarta) Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2025, Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC). Ajakan ini disampaikan melalui kampanye GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.03/C/376/2025 tentang Peringatan HTBS 2025.

Peringatan HTBS yang jatuh pada 24 Maret setiap tahunnya menjadi momen penting untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan TBC. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakhiri penyakit tersebut melalui pendekatan lintas sektor.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Yudhi Pramono, dalam keterangannya menekankan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta dukungan sosial bagi pasien, Indonesia dapat mengakhiri penyebaran TBC.

Sebagai bagian dari peringatan HTBS 2025, Kemenkes mendorong berbagai kegiatan di tingkat nasional dan daerah, termasuk kampanye kesadaran melalui media sosial dengan tagar resmi #GIATKAN2025 #GerakanIndonesiaAkhiriTBC #KomitmendanAksiNyataTBC #YesWeCanEndTB #EliminasiTBC2030 #TOSSTBC**. Selain itu, berbagai inisiatif telah disiapkan, seperti edukasi masyarakat, mobilisasi deteksi dini TBC, serta integrasi layanan pencegahan dan pengobatan TBC dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Kemenkes juga mengimbau seluruh jajaran kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk berperan aktif dalam eliminasi TBC melalui berbagai langkah strategis. Pertama, melakukan deteksi dini dan penemuan kasus aktif yang terintegrasi dengan Terapi Pencegahan TB (TPT). Kedua, memastikan pendampingan pengobatan pasien hingga selesai, serta mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penularan. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas, dan media dalam meningkatkan kesadaran terhadap TBC.

Selain itu, kampanye edukasi TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh) juga terus digencarkan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, media massa, webinar, serta promosi di ruang publik. Masyarakat pun didorong untuk berperan dalam menghilangkan stigma terhadap penderita TBC, sehingga mereka dapat menjalani pengobatan dengan dukungan sosial yang lebih baik.

Dengan semangat Gerak Bersama, Sehat Bersama, Kementerian Kesehatan RI mengajak semua pihak untuk mendukung target Eliminasi TBC 2030**, demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari penyakit menular ini.