Underpass Bitung Jadi Solusi Kemacetan di Jalur Serang–Tangerang

0
47
Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. (Foto: Kemen PU)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terus melanjutkan pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Banten, sebagai upaya mengurai kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura) Serang–Tangerang yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik perlambatan lalu lintas.

Kehadiran underpass tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri dan pergudangan di wilayah Bitung dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, pembangunan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memperlancar arus transportasi di kawasan strategis nasional.

“Proyek ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas sekaligus mendorong aktivitas perekonomian masyarakat di sepanjang jalan nasional,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Selama ini, kawasan Bitung menjadi salah satu titik kemacetan akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug. Kepadatan lalu lintas kerap terjadi pada jam sibuk, termasuk antrean menuju akses Tol Tangerang–Merak.

Underpass Bitung dibangun di ruas nasional batas Kabupaten Serang/Tangerang hingga batas Kota Tangerang yang merupakan bagian dari koridor Pantura, jalur vital penghubung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Pulau Jawa.

Konstruksi underpass dilakukan pada STA 0+125 hingga STA 0+475 dengan panjang terowongan mencapai 350 meter. Desain yang digunakan berupa single cell dua lajur satu arah untuk kendaraan dari Tangerang menuju Serang.

Penyesuaian desain dari rencana awal double cell menjadi single cell dilakukan untuk menjaga keamanan utilitas strategis berupa jalur pipa PT Pertamina Gas sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan.

Selain pembangunan terowongan, Kemen PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten juga melakukan pelebaran jalan di sejumlah segmen guna meningkatkan kapasitas dan mengurangi titik penyempitan lalu lintas.

Pada segmen pertama sepanjang 150 meter setelah underpass menuju entry ramp Tol Bitung, jalan diperlebar dari dua menjadi tiga lajur untuk arah Serang–Tangerang. Kemudian pada segmen kedua sepanjang 125 meter di bawah kolong Tol Tangerang–Merak, dilakukan pelebaran dari satu menjadi dua lajur.

Sementara itu, pada segmen ketiga sepanjang 200 meter setelah kolong tol hingga exit ramp Tol Bitung, jalan diperlebar dari dua menjadi tiga lajur termasuk penyesuaian taper kendaraan.

Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperlancar arus kendaraan di kawasan yang selama ini menjadi titik kemacetan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai 27,32 persen dan ditargetkan rampung pada 2027. Proyek ini didukung berbagai dokumen teknis, mulai dari studi kelayakan sejak 2018 yang diperbarui pada 2024, dokumen lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), hingga review Detail Engineering Design (DED).

Total kebutuhan lahan untuk proyek ini mencapai 11.257 meter persegi, dengan realisasi pembebasan lahan sebesar 9.094 meter persegi. Sementara sisa lahan milik PT Pertamina Gas seluas 2.163 meter persegi telah memperoleh izin prinsip.

Selama proses konstruksi berlangsung, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek serta tetap mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.