Kemenperin Dorong Transformasi Industri Nasional Berbasis AI dan IoT Menuju Era Industri 4.0

0
491
Artificial Intelligence Center Indonesia
DOK: AiCI

(Vibizmedia-Nasional) Dalam rangka mempercepat transformasi industri nasional menuju era industri 4.0 yang berbasis inovasi dan teknologi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem digital industri yang inklusif dan berkelanjutan melalui penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) di sektor manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penerapan teknologi AI dan IoT merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus mempercepat adaptasi industri terhadap perubahan global.

“Penerapan teknologi AI tidak hanya mendorong pertumbuhan dan inovasi di sektor industri manufaktur, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing nasional,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/11).

Menperin juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai faktor kunci keberhasilan transformasi digital.

“Kami optimistis tenaga kerja industri Indonesia mampu menguasai kompetensi digital dan teknologi masa depan,” imbuhnya.

Berdasarkan Global AI Index 2024 yang dirilis oleh Tortoise Media, Indonesia berada di peringkat ke-49 dari 83 negara. Posisi ini menjadi sinyal penting perlunya penguatan aspek infrastruktur digital, pengembangan ekosistem AI, serta kebijakan kolaboratif lintas lembaga agar pengembangan AI di Indonesia berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Electrification AIoT Transformation 4.0 2025” pada Rabu (5/11) di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0), Jakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin, Indonesia Robotics Association (IRA), dan perusahaan teknologi global asal Singapura, Arrow Electronics, Inc., yang mempertemukan pelaku industri nasional dan internasional.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan FGD ini.

“Perkembangan robotics saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam agenda Making Indonesia 4.0. Industri membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari kesiapan teknologi, rantai pasok, hingga kapasitas sumber daya manusia,” ungkapnya.

Menurut Doddy, kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai arah transformasi industri, termasuk pemanfaatan AIoT, sistem otomasi, sensor, dan rantai pasok semikonduktor yang dapat memberikan lompatan besar dalam efisiensi dan produktivitas sektor industri.
Selain itu, FGD juga menjadi langkah strategis untuk memastikan SDM Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengembang inovasi.

Forum ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai perusahaan dan lembaga yang bergerak di bidang robotics, semikonduktor, dan kendaraan listrik (EV). FGD menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem industri cerdas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Kemenperin, Sidik Herman, menyampaikan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan.

“Kami optimistis FGD ini menghasilkan rekomendasi nyata untuk memperkuat ekosistem robotics, semikonduktor, dan EV di Indonesia. Semoga menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, dan mitra global,” ujarnya.

Dari pihak mitra internasional, Managing Director Arrow Electronics, Tak Chow, menyatakan komitmen perusahaannya untuk mendukung transformasi industri di Indonesia.

“Kami hadir untuk mendukung perusahaan Indonesia melalui penyediaan teknologi dan solusi inovatif guna meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengadopsi teknologi berbasis AIoT,” jelasnya.

Selain membahas aspek teknologi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi, melainkan juga pencipta inovasi global.
Penguasaan terhadap teknologi AIoT dan digitalisasi industri dinilai menjadi kunci bagi SDM Indonesia untuk menciptakan solusi cerdas yang berorientasi global dan berkelanjutan.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, industri, dan mitra global, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia pusat industri cerdas di kawasan Asia, yang mampu mengintegrasikan inovasi, produktivitas, dan kemandirian teknologi menuju Visi Indonesia Emas 2045.