Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus di Halim Sebelum Bertolak ke Australia

0
207
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa, 11 November 2025. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025) pagi. Rapat tersebut digelar secara tertutup dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara sebelum Presiden bertolak menuju Sydney, Australia, untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama satu hari.

Menurut keterangan tertulis Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo menunda jadwal penerbangannya selama dua jam demi memimpin langsung rapat tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto menunda jadwal penerbangan selama dua jam untuk memimpin rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa, 11 November 2025,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Rapat itu dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Sekretaris Kabinet RI.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Ia menekankan agar setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat digunakan secara bertanggung jawab serta tepat sasaran dan waktu.

“Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana di daerah, yang juga merupakan uang rakyat,” tegas Presiden Prabowo sebagaimana disampaikan oleh Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk segera melakukan koordinasi lintas kementerian serta memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal menjelang akhir tahun anggaran.

“Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini,” jelas Seskab Teddy.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat disiplin fiskal, mempercepat realisasi belanja publik, dan memastikan manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.