41 Kota Kreatif Berkumpul di Jakarta, Creative Cities Connect 2025 Resmi Digelar

0
243
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, resmi membuka forum Creative Cities Connect 2025 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Forum nasional ini mempertemukan pemangku kepentingan dari 41 Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia serta tujuh kota anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antardaerah dan mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Teuku menegaskan bahwa Creative Cities Connect 2025 menjadi momentum penting bagi daerah untuk saling terhubung, bertukar praktik terbaik, dan tumbuh bersama dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

“Creative Cities Connect 2025 harus menjadi ruang untuk terkoneksi, belajar, dan tumbuh bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik, Jumat (12/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi motor pertumbuhan baru yang ditopang inovasi, teknologi, dan kearifan lokal. Penguatan Kabupaten/Kota Kreatif melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait penciptaan lapangan kerja berkualitas dan peningkatan nilai tambah produk kreatif.

Sejak PMK3I berlangsung pada 2016, tercatat 86 kabupaten/kota telah mengikuti penilaian, dan 41 di antaranya ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (KaTa Kreatif). Daerah yang telah melalui proses tersebut bahkan berpeluang mengajukan diri masuk jejaring kota kreatif UNESCO.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyampaikan bahwa Creative Cities Connect 2025 merupakan tindak lanjut arahan Menteri Ekraf untuk menghadirkan ruang bertemu secara nasional bagi daerah yang telah memetakan potensi subsektor ekraf melalui PMK3I. Forum ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dari KaTa Kreatif dan tujuh kota anggota UCCN.

Usai pembukaan, Menteri Ekraf meninjau booth sejumlah daerah kreatif seperti Ambon, Bandung, Pekalongan, Surakarta, Jakarta, Ponorogo, dan Malang. Di sana ia berdialog dengan komunitas, mengapresiasi karya pelaku ekraf, menyaksikan demo produk kreatif, dan menikmati pertunjukan seni sebagai bagian dari penguatan jejaring antardaerah.

Teuku menambahkan bahwa penguatan KaTa Kreatif juga selaras dengan Asta Ekraf—delapan klaster program strategis Kemenekraf—mulai dari penguatan data ekraf, pengembangan platform Ekraf Hub, penataan regulasi, peningkatan kapasitas talenta, penyediaan infrastruktur kreatif, hingga fasilitasi komersialisasi kekayaan intelektual.

Forum ini turut menampilkan lokakarya, pertunjukan seni, serta presentasi pelaku dan perwakilan daerah mengenai produk unggulan dan program inovatif. Diharapkan kegiatan ini dapat memperluas jejaring KaTa Kreatif, memperkuat kolaborasi hexahelix, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi ekosistem kreatif yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri pejabat lintas kementerian, pemerintah daerah, akademisi, komunitas kreatif, dan perwakilan tujuh kota Indonesia dalam jejaring UNESCO, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif global.