(Vibizmedia – Bali) Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor penerbangan sebagai upaya memperkuat daya saing industri aviasi nasional di kancah global. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui reassessment bersama Airports Council International (ACI) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) di Bali pada 19–20 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mempertahankan status sebagai ACI Accredited Training Partner (ACI ATP), sekaligus meningkatkan kepercayaan internasional terhadap mutu pendidikan dan pelatihan penerbangan nasional.
Mewakili Kepala PPSDMPU, Kepala Bidang Pendidikan PPSDMPU I Gusti Agung Ayu Mas Oka menegaskan bahwa reassessment tersebut bukan hanya evaluasi semata, melainkan bagian dari penguatan ekosistem penerbangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia menekankan bahwa pengembangan SDM penerbangan yang profesional, kompetitif, dan berstandar global menjadi fondasi utama dalam menjaga keselamatan, kualitas layanan, serta keberlanjutan industri transportasi udara di tengah persaingan internasional yang semakin ketat.
Upaya ini juga sejalan dengan agenda transformasi sektor transportasi nasional yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM, inovasi, dan kolaborasi global, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita pembangunan nasional.
Sebagai asosiasi global pengelola bandar udara, ACI menetapkan standar pelatihan internasional yang menjadi acuan berbagai negara dalam pengembangan kompetensi kebandarudaraan dan layanan penerbangan.
Dalam reassessment kali ini, PPSDMPU turut mengembangkan Bali sebagai lokasi kedua pelatihan internasional selain Kampus Penerbangan Curug, Tangerang. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses peserta internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pelatihan penerbangan di kawasan.
Bali dipilih karena didukung fasilitas pembelajaran yang memadai, akses internasional yang baik, serta ekosistem operasional penerbangan yang lengkap melalui keberadaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Keberhasilan program ini juga ditopang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, PT Angkasa Pura Indonesia Regional II, serta pengelola Bandara Ngurah Rai.
Kepala PPSDMPU M. Abrar Tuntalanai menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan penerbangan melalui perbaikan berkelanjutan dan kerja sama internasional. Ia menyebut hasil evaluasi dari ACI akan menjadi dasar penting dalam memperkuat kualitas layanan pelatihan sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan talenta aviasi di Asia Pasifik.
Melalui penguatan pelatihan berstandar internasional, pemerintah berharap Indonesia semakin siap menghadapi tantangan industri aviasi masa depan yang menuntut aspek keselamatan, efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing global.








