Jembatani Eksportir dan Importir, Indonesia–Pakistan Gelar Trade Forum Rempah

0
108
Foto: Kemenlu

(Vibizmedia – Karachi, Pakistan) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, berhasil menyelenggarakan The Indonesia–Pakistan Trade Forum: Business Pitching Online Meeting pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menjembatani jarak geografis antara eksportir Indonesia dan importir Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan rempah-rempah dan produk pertanian.

Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian rencana kunjungan Kementerian Perdagangan RI ke Karachi. Pelaksanaannya dilakukan secara hibrida, dengan menghadirkan para pelaku usaha Pakistan secara langsung di KJRI Karachi, serta menghubungkan eksportir Indonesia secara daring melalui platform Zoom.

Acara dipimpin oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Mudzakir MA, bersama Direktur Pengembangan Ekspor Nasional, Dr. Miftah Farid. Dalam sambutan pembukaannya, Konsul Jenderal menekankan kedekatan Indonesia dan Pakistan melalui komoditas rempah-rempah.

“Indonesia dan Pakistan mungkin terpisah secara geografis, namun dalam hal rempah-rempah, kita berbicara dalam bahasa yang sama. Komoditas seperti cengkeh, pala, kayu manis, dan lada bukan sekadar produk perdagangan, tetapi juga bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat kita,” ujarnya.

Forum ini menyoroti peran strategis Karachi sebagai pusat perdagangan regional serta posisi Indonesia sebagai salah satu produsen rempah-rempah berkualitas tinggi terkemuka di dunia. Selain presentasi produk, diskusi juga difokuskan pada pemahaman bersama mengenai tantangan perdagangan internasional, termasuk aspek logistik, biaya pengiriman, dan prosedur kepelabuhanan.

Sejumlah poin penting dan rekomendasi yang mengemuka dalam forum antara lain:
(a) penekanan pada pengembangan kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan, tidak terbatas pada transaksi satu kali;
(b) pengelolaan risiko melalui pemesanan awal dalam skala terbatas guna membangun kepercayaan;
(c) penetapan standar dan spesifikasi produk yang jelas sejak awal untuk menghindari kendala regulasi; serta
(d) peran KJRI sebagai fasilitator yang menyediakan lingkungan profesional dan akuntabel bagi pertemuan bisnis.

Meski forum ini mendorong terjadinya dialog dan pertukaran draf kontrak, tujuan utamanya adalah membangun hubungan profesional jangka panjang. “Yang terpenting, peserta pulang dengan jejaring baru dan peluang kerja sama yang lebih luas,” tambah Konsul Jenderal. Dengan komunikasi terbuka dan perspektif jangka panjang, kerja sama Indonesia–Pakistan di sektor pertanian diharapkan terus tumbuh signifikan sepanjang 2026.

Dari pihak Indonesia, pertemuan daring diikuti oleh perwakilan East Java & Co (PT Mata Gunung Altazor), Pepper Trail, Bumdesma Mitra Lada Bersatu, PT Isgroup Agri Global, Dewan Teh Indonesia, PTPN, PT Melania, National Kerinci Spice (cengkeh dan kayu manis), Duta Petani Milenial dan Andalan, Koperasi Punggawa Tani Indonesia, PT MB Plus Agro, PT Aditama Tunggal Perkasa, serta PT Prosperita Global Utama yang memasarkan kunyit kering, jahe kering, lengkuas kering, cengkeh, pala, dan serai kering.

Sementara dari Pakistan, peserta berasal dari Marium International Kalodi Group, Selani n Selani, Ghani and Sons, Maac International, Rauf Traders, Raheel Impex, dan Lala Enterprise.

Forum ini menyepakati tindak lanjut berupa pengiriman sampel produk serta komunikasi lanjutan secara one-on-one untuk pembahasan teknis yang lebih rinci, mencakup spesifikasi produk, skema pembayaran, dan pengaturan perdagangan lainnya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi terus berperan sebagai perwakilan diplomatik yang mendorong penguatan hubungan bilateral Indonesia–Pakistan, dengan fokus pada kerja sama ekonomi, fasilitasi perdagangan, dan pertukaran budaya, khususnya di wilayah Provinsi Sindh.