Kemenkes Perketat Pengawasan MBG, 4.535 Dapur Produksi Lulus Sertifikasi Higiene

0
137
Makan bergizi gratis
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperketat pengawasan mutu makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga awal Januari 2026, sebanyak 4.535 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur produksi di seluruh Indonesia telah dinyatakan lulus sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Langkah ini diambil untuk memastikan jutaan porsi makanan yang dibagikan setiap hari kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan yang ketat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa peran Kemenkes dalam program nasional MBG difokuskan pada pengawasan langsung di lapangan. Dalam pelaksanaannya, Kemenkes bekerja sama erat dengan Badan Gizi Nasional serta Dinas Kesehatan daerah untuk memantau proses produksi makanan secara real-time.

“Tugas kami adalah menjaga mutu. Melalui pendampingan petugas Kemenkes di lapangan, akhirnya terbit sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tersebut,” ujar Wamenkes Benjamin saat meninjau pelaksanaan MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, angka 4.535 dapur tersertifikasi tersebut bukan sekadar capaian administratif. Proses sertifikasi dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kebersihan fasilitas pengolahan, prosedur penyimpanan bahan makanan, hingga uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Kemenkes memastikan tidak ada toleransi bagi dapur yang belum memenuhi standar. Jika ditemukan fasilitas yang belum layak atau hasil uji laboratorium yang meragukan, pengelola dapur diwajibkan melakukan perbaikan total sebelum diizinkan kembali beroperasi.

“Ini penting karena kita melayani 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Angka ini sangat besar, sehingga aspek keamanan pangan tidak boleh main-main,” tegasnya.

Selain penguatan aspek keamanan, pemerintah juga merencanakan perluasan penerima manfaat program MBG. Sesuai arahan terbaru, program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga akan menjangkau guru dan pegawai sekolah yang selama ini turut mengawal proses belajar mengajar.

Program MBG yang genap berusia satu tahun pada 6 Januari 2026 ini menunjukkan perkembangan signifikan. Dari target awal pada 2025 yang hanya menyasar 6 juta penerima, kini jumlah penerima melonjak drastis hingga 55,1 juta jiwa per hari.

Respons positif juga datang langsung dari para siswa. Tasya, Ketua OSIS SMKN 1 Jakarta, mengungkapkan bahwa selama ini hampir tidak ada keluhan terkait makanan yang disajikan.

“Alhamdulillah makanannya bergizi dan enak. Kalau pun ada masukan, pihak dapur langsung gerak cepat melakukan perbaikan. Jadi kami merasa aman mengonsumsinya setiap hari,” ujar Tasya.

Dengan pengawasan ketat dan sertifikasi dari Kemenkes, pemerintah berharap kepercayaan orang tua terhadap Program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat, sekaligus memastikan upaya mencetak generasi emas Indonesia berjalan di jalur yang tepat.