(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Jumat siang ini (9/1), terpantau menguat 34,763 poin (0,39%) ke level 8.960,234 setelah dibuka naik ke level 8.962,504.
IHSG bergerak bangkit dari koreksi sebelumnya di sekitar area rekor, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah pasar mengamati perkembangan situasi geopolitik Venezuela dan Greenland, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam mixed dan terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.820, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; bertahan pada sebulan tertingginya di antara euro yang melemah karena inflasi Eropa yang melunak.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.785, serta terpantau bearish di hari ketujuhnya pada level 8,5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 37,033 poin (0,41%) ke level 8.962,504. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,070 poin (0,58%) ke level 872,690. Siang ini IHSG menguat 34,763 poin (0,39%) ke level 8.960,234. Sementara LQ45 terlihat naik 0,40% atau 3,430 poin ke level 871,050.
Tercatat saat ini sebanyak 362 saham naik, 311 saham turun dan 137 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,36%, dan Hang Seng yang naik 0,03%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bangkit dari koreksi kemarin di area rekor, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah pasar mengamati perkembangan situasi geopolitik Venezuela dan Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan lebih konsilidasi namun tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









