Puting Beliung di Tapin dan Banjir di Malang, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

0
106
Banjir
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 28 Februari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun laporan kejadian dan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah dalam periode Minggu (1/3) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB. Memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Angin puting beliung melanda Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (1/3) sekitar pukul 22.00 WITA. Peristiwa terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Lokasi terdampak berada di Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Binuang. Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian ini. Tidak terdapat laporan korban jiwa.

Selain merusak rumah warga, puting beliung juga berdampak pada satu unit fasilitas ibadah, satu unit fasilitas kesehatan, serta satu unit fasilitas umum.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan 12 kecamatan berada dalam kategori tersebut.

Sementara itu, banjir yang melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2) dilaporkan telah surut pada Minggu (1/3). Banjir dipicu hujan dengan intensitas lebat.

Wilayah terdampak berada di dua desa di Kecamatan Pakis, yakni Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Sebanyak 61 KK beserta tempat tinggalnya terdampak dalam peristiwa ini.

Analisis inaRISK menunjukkan Kabupaten Malang memiliki 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi. Hingga Senin (3/3), wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menyikapi potensi bahaya dan prakiraan cuaca tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

Dalam menghadapi potensi angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diimbau memangkas ranting pohon di sekitar rumah serta memastikan struktur atap dalam kondisi kokoh. Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan bergotong royong membersihkan saluran air agar mampu menampung debit air hujan secara optimal guna meminimalkan risiko banjir.