BNPB Catat Banjir, Angin Kencang hingga Karhutla di Sejumlah Daerah Awal Maret 2026

0
283
Pohon tumbang
BPBD Kabupaten Lampung Selatan bersama warga bahu membahu melakukan pemberisihan material pohon tumbang pasca diterjang angin kencanga di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Senin, 2 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Memasuki hari ketiga Maret 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, beberapa peristiwa berdampak signifikan terhadap masyarakat.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Banjir signifikan dilaporkan BPBD Kabupaten Jember. Hujan deras selama lebih dari enam jam pada Senin (2/3) sejak pukul 13.30 WIB memicu peningkatan debit air di Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Badean, dan Sungai Kalijompo. Sekitar pukul 18.30 WIB, sungai-sungai tersebut meluap dan air bercampur lumpur masuk ke permukiman warga.

Banjir melanda empat desa dan dua kelurahan di tiga kecamatan, yakni Panti, Rambipuji, dan Kaliwates, dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 40–70 sentimeter. Sebanyak 132 kepala keluarga (435 jiwa) terdampak dan 111 jiwa sempat mengungsi di tiga titik pengungsian.

BPBD bersama dinas terkait dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) segera mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, matras, dan selimut. Saat ini banjir telah surut, warga membersihkan sisa lumpur secara mandiri, dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Karawang masih berlangsung sejak 10 Februari 2026 akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet karena curah hujan tinggi.

Tiga desa masih terdampak, yakni Desa Srijaya (Kecamatan Tirtajaya), serta Desa Kutamakmur dan Desa Karangligar (Kecamatan Telukjambe Barat). Sebanyak 317 rumah dan lima fasilitas ibadah terendam dengan tinggi muka air antara 5 hingga 80 sentimeter.

Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, serta TNI-Polri terus disiagakan untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet dan melakukan patroli guna mengantisipasi kiriman air susulan apabila hujan kembali turun.

Di Kabupaten Lampung Selatan, hujan disertai angin kencang pada Senin (2/3) pukul 13.00 WIB merusak 41 rumah warga di Desa Legundi dan Desa Tri Dharmayoga, Kecamatan Ketapang.

Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah. Dua fasilitas pendidikan juga dilaporkan terdampak. Petugas BPBD setempat telah melakukan asesmen, sementara warga bergotong royong memperbaiki kerusakan secara mandiri.

Dari Provinsi Kalimantan Tengah, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi pada Minggu (1/3) pukul 17.30 WIB di Desa Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sedikitnya empat lahan terbakar dan hingga Senin (2/3) api belum sepenuhnya padam. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, TNI-Polri, serta relawan terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

BNPB mengingatkan bahwa sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, khususnya pada lahan gambut. Pemerintah mendorong masyarakat membuka lahan tanpa membakar, karena praktik tersebut dapat memicu kabut asap, merusak ekosistem, dan menyebabkan kebakaran sulit dikendalikan.

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.

Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan berintensitas tinggi terjadi dalam durasi lama. Masyarakat juga diingatkan untuk mengetahui jalur evakuasi dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi guna meminimalkan risiko korban dan kerugian.