Kemenkeu Perkuat Ekosistem Ekspor UMKM Lewat Klinik Ekspor

0
143
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang UMKM, Ubaidillah Amin, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan ekspor yang disediakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke CV Bunga Melati di Jalan Pattimura, Kota Batu, Senin (2/3/2026). Perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan, tanaman hias, dan jasa lanskap ini mendapat perhatian karena sukses menembus pasar internasional melalui produk Creative Kokedama.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung keberhasilan ekspor Creative Kokedama ke Jepang. Perusahaan yang berdiri sejak 1986 itu telah menjalin kontrak eksklusif dengan mitra di Jepang sejak awal 2023 hingga 2026. Selain kokedama, CV Bunga Melati juga memproduksi pot bunga berbahan sabut kelapa berbentuk bola.

Gus Ubaid, sapaan akrab Ubaidillah Amin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan inovasi yang dilakukan perusahaan tersebut. Ia berharap keberhasilan di pasar Jepang dapat menjadi pintu masuk untuk ekspansi ke negara lain.

“Semoga Creative Kokedama tidak hanya sukses di Jepang, tetapi juga merambah pasar internasional lainnya. Saya mendorong agar terus lahir produk-produk inovatif berorientasi ekspor,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, ia menyatakan kesiapannya membantu mempromosikan produk kokedama dalam berbagai agenda besar, termasuk mendorong penampilannya di Malang Creative Center (MCC) sebagai etalase produk unggulan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ubaid didampingi sejumlah pejabat Kementerian Keuangan Jawa Timur, di antaranya Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim Max Darmawan, Kepala Kanwil DJP Jatim II Arridel Mindra, Kepala KPP Pratama Batu Bangkit Bina Aji, serta Kepala Bea Cukai Malang J. Pandores.

Kepala Bea Cukai Malang menegaskan komitmen pihaknya memperkuat ekonomi daerah melalui program Klinik Ekspor, yakni layanan asistensi yang mendampingi UMKM hingga produknya berhasil dikirim ke luar negeri.

Senada, Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur menegaskan komitmen membangun ekosistem yang mendukung UMKM agar terus berkembang dan naik kelas.

Pemilik CV Bunga Melati, Dwi Lili Indayani, menjelaskan bahwa usaha yang dirintis sejak 1986 berkembang pesat setelah ia mengembangkan Creative Kokedama, seni menanam menggunakan media sabut kelapa untuk meningkatkan nilai jual tanaman hias.

Ia menambahkan, untuk pasar ekspor digunakan rotan alami tanpa plastik, sedangkan pasar domestik menggunakan rotan sintetis yang lebih diminati konsumen lokal.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan proses produksi kokedama serta melihat koleksi tanaman hias yang siap dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.