Menkeu Purbaya: Pengelolaan Keuangan Negara Bergantung pada Kepercayaan Publik

0
105
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Pimpinan Kementerian Keuangan menegaskan pentingnya memperkuat budaya integritas sebagai landasan utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi pimpinan Kemenkeu yang berlangsung di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa integritas merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah—mulai dari pengelolaan pajak, kepabeanan dan cukai, belanja negara, hingga pembiayaan—pada akhirnya bermuara pada satu hal yang sama, yakni kepercayaan publik.

“Kita mengelola uang negara, uang rakyat, pajak, bea cukai, belanja negara, dan pembiayaan. Namun pada akhirnya hanya ada satu hal yang menentukan apakah semua itu berjalan atau tidak, yaitu kepercayaan publik,” ujar Menkeu.

Ia menegaskan bahwa integritas bukan sekadar slogan atau formalitas administratif, melainkan fondasi utama yang menopang legitimasi kebijakan negara di mata masyarakat.

“Integritas itu bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kepercayaan publik kepada negara,” tegasnya.

Menkeu juga mengingatkan bahwa pembangunan integritas tidak bisa dilakukan hanya melalui perubahan struktur organisasi atau pergantian pejabat, tetapi harus tercermin dalam praktik nyata di lapangan. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja para pimpinan dan aparatur negara dalam menjaga integritas lembaga.

“Saya pikir masa depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja Anda semua. Jika kita gagal, NKRI bisa terdampak. Karena itu saya meminta Anda bekerja keras agar anak cucu kita dapat hidup lebih sejahtera di Indonesia,” kata Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa integritas institusi berawal dari integritas pribadi setiap pegawai. Ia mengajak seluruh pimpinan untuk kembali meneguhkan komitmen integritas dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, nilai integritas tidak hanya dijaga oleh individu pegawai, tetapi juga oleh lingkungan keluarga yang dapat saling mengingatkan.

“Integritas institusi dimulai dari diri kita masing-masing. Kita memahaminya bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga, sehingga keluarga kita pun dapat saling mengingatkan,” ujar Suahasil.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai Kementerian Keuangan telah menunjukkan berbagai kemajuan dalam membangun integritas institusi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa harapan masyarakat terhadap integritas aparatur negara terus meningkat, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau kita melihat perjalanan dari waktu ke waktu, banyak kemajuan yang telah dicapai Kementerian Keuangan. Namun ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi, sehingga apa yang sudah baik harus terus dipertahankan,” ujar Juda.

Melalui forum konsultasi pimpinan ini, Kementerian Keuangan kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini organisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.