Gerakan Tanah Rusak 114 Rumah di Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi

0
48
Tanah bergerak
Kondisi kerusakan beberapa unit rumah dan jalan akibat fenomena gerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat, 7 Maret 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Fenomena gerakan tanah yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan menyebabkan kerusakan pada ratusan bangunan di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hingga Jumat (6/3), tercatat sebanyak 114 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.

Berdasarkan data terkini, dari total rumah yang terdampak, sebanyak 70 unit mengalami rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan. Selain itu, terdapat sembilan unit rumah lainnya yang berada dalam kondisi terancam akibat pergerakan tanah yang masih berpotensi terjadi.

Peristiwa yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa. Kondisi bangunan yang tidak stabil membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Sebanyak 120 kepala keluarga yang terdiri dari 407 jiwa saat ini mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para warga mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selain merusak rumah warga, gerakan tanah juga berdampak pada satu unit fasilitas pendidikan serta akses jalan di wilayah terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Sukabumi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui Surat Keputusan Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026. Status tanggap darurat ini berlaku selama tujuh hari, terhitung sejak 4 hingga 10 Maret 2026, guna mempercepat penanganan serta mempermudah koordinasi antarinstansi di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan sejumlah instansi terkait saat ini terus melakukan kaji cepat dan pendataan lanjutan di lokasi terdampak. Posko tanggap darurat juga telah didirikan untuk mengoordinasikan bantuan bagi para penyintas.

Tim gabungan yang terdiri dari perangkat daerah, relawan, serta masyarakat setempat saat ini fokus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan yang dibutuhkan antara lain logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, serta perlengkapan tidur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gerakan tanah agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan durasi panjang. Warga juga diminta segera mengikuti arahan petugas apabila diminta melakukan evakuasi guna menghindari potensi korban jiwa.