10 Perempuan yang Penemuannya Mengubah Pekerjaan Rumah Tangga

0
1168
Perempuan

(Vibizmedia-Kolom) Sepanjang sejarah Amerika, perempuan diharapkan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan keluarga mereka tetap mendapat makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang bersih serta layak huni. Karena itu, tidak mengherankan jika perempuan memainkan peran penting dalam menciptakan berbagai produk yang mengurangi beban fisik pekerjaan rumah sehari-hari.

Penemuan-penemuan ini—mulai dari peralatan pengolah jagung hingga lemari pendingin listrik hingga penyedot debu robotik—memekanisasi atau bahkan menghilangkan pekerjaan yang sebelumnya menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari, serta membuat kehidupan rumah tangga lebih aman dan nyaman.

Namun, apakah penemuan tersebut membuat para perempuan penemunya menjadi kaya adalah cerita yang beragam. Beberapa berhasil membangun perusahaan atau memperoleh uang dengan menjual hak paten mereka kepada produsen, sementara yang lain tidak memiliki akses ke modal atau jaringan manufaktur dan tidak pernah memperoleh ketenaran atau kekayaan, meskipun ide mereka akhirnya digunakan secara luas.

Berikut 10 perempuan yang inovasinya mengubah pekerjaan rumah tangga dan kehidupan domestik:

Sybilla Masters – Mesin pengolah jagung

Sybilla Masters, yang tinggal di Pennsylvania pada masa kolonial, menciptakan mesin yang memekanisasi tugas berat dan memakan waktu, yaitu menumbuk jagung secara manual menjadi tepung atau bahan makanan. Ia merancang sistem yang mengupas dan membersihkan biji jagung, lalu menggunakan alat mekanis untuk mengolahnya menjadi tepung yang bisa digunakan untuk membuat roti dan makanan lain. Pabrik penggilingan sebelumnya lebih cocok untuk gandum daripada jagung, yang merupakan bahan pokok di Pennsylvania dan koloni Mid-Atlantic lainnya.

Pada tahun 1715, paten diberikan di Inggris atas nama suaminya, Thomas Masters. Pada masa itu perempuan tidak diizinkan memiliki paten, tetapi Sybilla tetap diakui sebagai penemu. Mesin ini memungkinkan rumah tangga memproduksi tepung dengan lebih andal dan dalam jumlah lebih besar, serta mendorong peralihan dari metode manual ke penggilingan mekanis.

Margaret E. Knight – Mesin kantong kertas dasar datar

Saat berusia 12 tahun, Margaret Knight mulai bekerja di pabrik tekstil, di mana ia menciptakan alat pengaman untuk menghentikan mesin tenun guna mencegah kecelakaan. Di usia 20-an, ia bekerja di pabrik kantong kertas di Springfield, Massachusetts. Saat itu, kantong kertas berbentuk seperti amplop dan tidak bisa berdiri, sehingga kurang praktis.

Pada tahun 1860-an, Knight merancang mesin yang dapat memotong, melipat, dan merekatkan kertas menjadi kantong dengan dasar persegi, merevolusi kemasan untuk makanan dan barang lain serta memudahkan aktivitas belanja rumah tangga.

Ia harus berjuang di pengadilan melawan rekan kerja, Charles Annan, yang mencoba mematenkan idenya. Dengan menunjukkan catatan dan model kayu sebagai bukti, Knight memenangkan kasus tersebut dan memperoleh paten pada tahun 1871. Ia kemudian ikut mendirikan Eastern Paper dan terus berinovasi, mengantongi lebih dari 25 paten sepanjang hidupnya.

Josephine Cochrane – Mesin pencuci piring otomatis

Josephine Cochrane, yang tumbuh di lingkungan teknik, ingin menciptakan produk untuk mengatasi masalah rumah tangga—peralatan makan porselennya sering rusak saat dicuci oleh pelayan. Mesin pencuci piring sudah ada sebelumnya, tetapi tidak efektif dan sering merusak peralatan.

Terobosan Cochrane adalah penggunaan air bertekanan tinggi yang disemprotkan ke piring yang ditempatkan dalam rak logam. Pada tahun 1880-an, sebagian besar rumah belum memiliki air panas atau dapur yang cukup besar, tetapi restoran dan hotel langsung melihat manfaat penemuannya.

Setelah mendapatkan paten pada tahun 1886, ia mendirikan perusahaan manufaktur yang kemudian menjadi bagian dari KitchenAid. Desainnya menjadi standar bagi mesin pencuci piring modern.

Sarah Boone – Papan setrika yang disempurnakan

Sarah Boone, yang lahir dalam perbudakan di Carolina Utara pada tahun 1832, kemudian meraih kebebasan dan bekerja sebagai penjahit di Connecticut. Sebelum penemuannya, papan setrika hanyalah papan datar.

Desain Boone yang dipatenkan pada tahun 1892 berbentuk sempit dan melengkung, sehingga memudahkan menyetrika bagian lengan dan lekuk pakaian. Papan ini juga empuk dan dapat dilipat, memudahkan penyimpanan. Meskipun tidak ada bukti ia memperoleh keuntungan besar, desainnya menjadi dasar papan setrika modern.

Ellen Swallow Richards – Pendiri ilmu ekonomi rumah tangga

Ellen Swallow Richards dikenal sebagai pendiri ilmu ekonomi rumah tangga, yang menggabungkan prinsip ilmiah ke dalam kehidupan domestik untuk mengurangi pekerjaan rumah dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Ia meneliti kualitas udara, ventilasi, dan nutrisi, serta mendorong pelabelan makanan dan standar kebersihan. Ia juga memimpin survei kualitas air di Massachusetts, yang menjadi dasar sistem penyaringan air modern dan rekayasa lingkungan.

Florence Parpart – Lemari es listrik yang disempurnakan

Sebelum adanya kulkas listrik, rumah tangga menggunakan kotak es yang merepotkan. Florence Parpart merancang kulkas listrik pada tahun 1914 yang menjaga suhu dingin stabil dan mengurangi pembusukan makanan.

Berbeda dengan desain sebelumnya, kulkas Parpart sepenuhnya mekanis dan memiliki pintu depan, sehingga lebih praktis. Produksi massal kulkas rumah tangga dimulai pada 1920-an.

Alice Parker – Sistem pemanas sentral

Pemanasan rumah pada akhir abad ke-19 masih mengandalkan kayu atau batu bara. Alice Parker merancang sistem pemanas berbasis gas dengan tungku pusat dan distribusi udara hangat ke berbagai ruangan.

Dipatenkan pada tahun 1919, penemuannya menjadi konsep awal sistem pemanas modern, meskipun belum diproduksi pada masa hidupnya.

Marion O’Brien Donovan – Penutup popok tahan air

Sebagai ibu dari tiga anak, Marion Donovan frustrasi dengan popok kain yang sering bocor. Ia menciptakan penutup popok tahan air dari bahan tirai mandi dan kemudian nilon.

Produk bernama “Boater” ini mengurangi kebutuhan mencuci berulang. Ia mematenkannya pada tahun 1951 dan menjual haknya seharga 1 juta dolar. Penemuannya menjadi dasar popok modern.

Stephanie Louise Kwolek – Kevlar

Sebagai ahli kimia di DuPont, Kwolek menemukan serat Kevlar yang sangat kuat dan ringan. Selain digunakan untuk perlengkapan militer, Kevlar juga digunakan dalam berbagai produk rumah tangga seperti sarung tangan tahan potong dan sabuk mesin.

Helen Greiner – Roomba

Terinspirasi dari robot dalam film “Star Wars,” Helen Greiner mendirikan iRobot dan ikut menciptakan Roomba pada tahun 2002—penyedot debu robotik yang menjadi populer.

Roomba membantu mempopulerkan robot sebagai asisten rumah tangga. Setelah meninggalkan iRobot, Greiner terus berinovasi di bidang teknologi robotik.