(Vibizmedia-Nasional) Hujan deras yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4) malam memicu banjir di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Hingga Rabu (15/4) pukul 17.40 WIB, tercatat sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di berbagai kelurahan.
Wilayah terdampak meliputi Pajang, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, Laweyan, Sangkrah, Kedung Lumbu, Jebres, hingga Mojosongo. Meski sebagian besar genangan air mulai surut, proses pendataan masih terus dilakukan di sejumlah titik.
Selain banjir, bencana ini juga menyebabkan talud longsor di RW 14 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Sejumlah warga sempat mengungsi ke masjid, balai warga, sekolah, dan rumah penduduk. Puluhan jiwa dilaporkan masih membutuhkan bantuan logistik dan layanan dasar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta bersama berbagai unsur terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, mulai dari asesmen, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan. Logistik yang disalurkan meliputi matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, serta pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial dan masyarakat setempat.
Di waktu yang hampir bersamaan, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat hujan berintensitas tinggi dan meluapnya Sungai Cisunggalah yang menyebabkan tanggul jebol.
Dua kecamatan terdampak yakni Majalaya dan Bojongsoang, mencakup Desa Bojong, Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar. Data sementara mencatat sekitar 95 KK atau 250 jiwa terdampak, dengan 95 unit rumah terendam.
Hingga Rabu (15/4), kondisi di Majalaya dilaporkan telah surut total. Namun di Bojongsoang, tinggi muka air (TMA) masih berkisar antara 10 hingga 150 sentimeter. Petugas bersama warga terus melakukan pembersihan lumpur secara gotong royong.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 92S yang berada di barat daya Sumatra.
Melalui siaran program Teropong Bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa meskipun bibit siklon tersebut mulai menjauh, potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Sumatra bagian tengah hingga selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Jawa bagian tengah dan selatan.
BNPB pun mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga di daerah rawan banjir diminta rutin memantau tinggi muka air, membersihkan drainase, dan segera melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di lereng maupun bantaran sungai juga diminta waspada terhadap potensi longsor susulan. Pemerintah daerah didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini guna meminimalkan risiko bencana.









