Kinerja Ekspor Unggas Naik Signifikan, Indonesia Bidik Pasar Global

0
83
Ilustrasi Ekspor Unggas (Foto: Pemkot Palangka Raya)

(Vibizmedia – Industry) Kinerja ekspor komoditas unggas Indonesia menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2026, ekspor tercatat mencapai 545 ton dengan nilai Rp18,2 miliar, naik signifikan dibandingkan 2025 yang berada di kisaran ±400 ton (Rp13–15 miliar) dan 2024 sekitar ±300 ton (Rp10–11 miliar). Tujuan ekspor meliputi Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Dari total ekspor Maret 2026 tersebut, produk didominasi telur konsumsi sebanyak 517 ton atau sekitar 8,13 juta butir. Sisanya terdiri dari daging ayam dan produk olahan bernilai tambah. Pergeseran komposisi ekspor ke arah produk olahan seperti nugget dan karaage turut mendorong peningkatan nilai sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut capaian ini ditopang oleh kondisi produksi nasional yang surplus. Produksi daging ayam ras tercatat 4,29 juta ton dengan konsumsi 4,12 juta ton per tahun. Sementara produksi telur ayam ras mencapai 6,54 juta ton dengan konsumsi 6,47 juta ton. Surplus ini membuka ruang ekspansi ekspor tanpa mengganggu pasokan dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan, termasuk protein hewani. Kondisi tersebut menjadi landasan untuk mendorong ekspor ke berbagai negara. Saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 10 negara tujuan ekspor unggas.

Untuk menjaga keberlanjutan ekspor, Kementan terus memperkuat sistem kesehatan hewan, biosekuriti, serta sertifikasi veteriner agar produk memenuhi standar internasional. Upaya diplomasi perdagangan dan pembukaan akses pasar baru juga terus dilakukan.

Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor unggas baik dari sisi volume maupun nilai melalui hilirisasi dan penguatan industri pengolahan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.