Pemerintah Kucurkan Rp 654,87 Miliar untuk Korban Siklon Senyar, Ribuan Rumah Mulai Diperbaiki

0
49
Perbaikan Rumah
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyerahkan dana stimulan perbaikan rumah secara simbolis kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi basah akibat Siklon Senyar di Gedung GOR Pandan, Sibolga, Tapanuli Tengah, Selasa, 21 April 2026.FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan pemulihan pascabencana dengan menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025.

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak melalui skema hybrid yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/6). Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dari Aceh Tamiang, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto dari Tapanuli Tengah.

Dalam keterangannya, Pratikno menyampaikan bahwa bantuan dana stimulan ini merupakan arahan langsung dari Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan hunian masyarakat terdampak. Hingga saat ini, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp654,87 miliar, mencakup perbaikan 18.345 unit rumah rusak ringan dan 12.390 unit rumah rusak sedang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Khusus di Aceh Tamiang, dana sebesar Rp117,96 miliar disalurkan kepada 4.469 kepala keluarga. Setiap keluarga menerima Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Skema bantuan ini berlaku merata di seluruh wilayah terdampak.

“Bantuan ini bersifat stimulan untuk mempercepat perbaikan rumah agar masyarakat bisa segera kembali hidup normal dan aktivitas ekonomi kembali berjalan,” ujar Pratikno.

Sementara itu di Tapanuli Tengah, Suharyanto menyebut penyaluran tahap pertama mencapai Rp31,2 miliar. Dana tersebut diberikan kepada 1.098 kepala keluarga untuk kategori rumah rusak ringan dan 493 kepala keluarga untuk rumah rusak sedang.

Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap ini. Pemerintah akan terus melanjutkan distribusi dana seiring dengan kelengkapan data dari pemerintah daerah.

“Warga yang belum menerima bantuan bukan berarti dilupakan, tetapi masih menunggu proses pendataan yang sedang berjalan,” jelas Suharyanto.

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang. Di Aceh ditargetkan sebanyak 18.354 unit, Sumatra Utara 6.432 unit, dan Sumatra Barat 4.186 unit.

Hunian tetap tersebut dirancang setara rumah tipe 36 dengan konstruksi yang lebih tahan terhadap bencana, dilengkapi dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, serta area terbuka di depan rumah. Lokasinya pun dipastikan berada di zona aman dari banjir dan longsor.

Di sisi lain, pemerintah melalui BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga terus memperbaiki infrastruktur vital seperti sungai dan jembatan guna mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

Langkah terpadu ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.