
(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemakmuran rakyat Indonesia hanya dapat terwujud apabila kekayaan alam nasional dikelola secara optimal sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Bandar Lampung, Rabu (10/6).
Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi sumber daya alam yang sangat melimpah. Karena itu, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan terletak pada ketersediaan kekayaan alam, melainkan bagaimana mengelolanya secara cerdas dan bertanggung jawab demi kesejahteraan seluruh rakyat.
“Dari dulu Nusantara didatangi karena kekayaannya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana seluruh kekayaan itu kita kelola sendiri dengan sebaik-baiknya dan secerdas-cerdasnya,” ujar Presiden.
Kepala Negara menegaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak harus berada dalam penguasaan negara sebagaimana diatur dalam konstitusi.
“Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara, yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini amanat konstitusi yang harus dilaksanakan,” tegasnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya memastikan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, hasil pengelolaan kekayaan alam seharusnya menjadi modal pembangunan nasional yang memperkuat kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Ini kekayaan kita. Masa kekayaan kita diolah, diambil, dijual ke luar negeri, tetapi hasilnya tidak kembali untuk membangun Indonesia,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Dengan potensi sumber daya alam yang besar, didukung sumber daya manusia yang semakin berkualitas, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju dan makmur.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional. Menurutnya, kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai melalui kerja sama, kerukunan, dan saling mendukung antarseluruh elemen bangsa.
“Rakyat memahami bahwa untuk hidup lebih baik diperlukan kerukunan, kerja sama, dan semangat saling mengisi. Bukan saling menghantam,” pungkas Presiden.
Pembukaan Munas XVIII HIPMI menjadi momentum bagi pemerintah dan kalangan pengusaha muda untuk memperkuat sinergi dalam mengelola potensi nasional, mendorong investasi produktif, serta mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.








