
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga kejadian bencana baru di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (23/4) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (24/4) pukul 07.00 WIB. Rangkaian peristiwa tersebut didominasi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem.
Peristiwa paling parah terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, saat banjir bandang menerjang Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, Rabu (22/4) pukul 18.20 WIB. Banjir dipicu hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Akibatnya, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) dan 150 rumah terdampak. Tiga rumah hanyut, satu jembatan hilang, serta satu musholla dan satu fasilitas pendidikan ikut terdampak. Satu warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Saat ini, BPBD Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait masih melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lapangan. Jaringan listrik di wilayah terdampak juga masih padam. Sementara itu, Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara digunakan sebagai tempat pengungsian sementara warga.
Di wilayah lain, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Gampong Meudang Ara, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh, Kamis (23/4) pukul 12.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah oleh warga yang kemudian merembet ke lahan gambut.
Akibat kejadian tersebut, sekitar dua hektare lahan gambut terbakar. BPBD Kota Langsa bersama Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga unit armada pemadam dan dua unit tangki suplai air untuk memadamkan api.
Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (22/4) pukul 14.50 WIB. Hujan deras disertai angin kencang merusak atap rumah warga di Desa Semen, Kecamatan Paron. Sebanyak tujuh KK dan tujuh rumah terdampak dalam kejadian ini.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan deras berlangsung lama, memantau kondisi sungai, serta mengikuti informasi cuaca resmi.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh saat hujan deras disertai angin kencang.








