Kemendag Pertemukan UMKM dengan Buyer dari Tujuh Negara

0
54
Business Networking Kemendag Pertemukan UMKM Unggulan dengan Tujuh Buyer Asing (Foto: Humas Kemendag)

((Vibizmedia – Industry) Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat konektivitas pelaku usaha Indonesia dengan pasar global melalui kegiatan business networking bulanan yang mempertemukan eksportir nasional dan calon pembeli internasional. Forum yang digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta, Rabu (13/5), menghadirkan perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan dari tujuh negara, yakni Vietnam, Afrika Selatan, Timor Leste, Peru, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Kanada.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan business networking menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat dan berkelanjutan. Melalui forum tersebut, pelaku usaha Indonesia dapat terhubung langsung dengan buyer asing sekaligus menjajaki peluang pasar baru.

“Business networking kali ini menghadirkan tiga UMKM dalam negeri serta perwakilan diplomatik dan lembaga promosi perdagangan internasional sebagai cara menjaring buyer asing. Upaya ini membuka peluang memperkenalkan produk berkualitas Indonesia serta menjajaki daya saing dan potensi pasarnya di luar negeri,” ujar Puntodewi.

Tiga eksportir anggota InaExport yang tampil dalam forum tersebut mempresentasikan produk unggulan masing-masing. Java Halu Coffee memperkenalkan produk kopi specialty dengan fokus pada pengolahan pascapanen berkualitas tinggi. Sementara Onuka Chocolate mempromosikan produk cokelat berbahan kakao murni tanpa tambahan bahan buatan. Adapun PT Visio Eco Planter menampilkan wadah hortikultura berstandar ekspor yang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Menurut Puntodewi, forum tersebut memberi kesempatan bagi setiap eksportir untuk memaparkan keunggulan produknya sekaligus membuka peluang kerja sama dagang dengan negara mitra.

Perwakilan Java Halu Coffee, Rani Mayasari, menilai fasilitasi business networking dari Kemendag sangat membantu pelaku usaha dalam memperluas akses pasar internasional tanpa harus menanggung biaya besar untuk riset dan penetrasi pasar secara mandiri.

“Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Kegiatan seperti ini menjadi peluang yang sangat dibutuhkan UMKM untuk mendapatkan calon pembeli baru,” ujar Rani.

Senada, perwakilan Onuka Chocolate, Wiwi Paimun, mengatakan kegiatan tersebut membuka peluang UMKM untuk lebih mudah mengakses pasar luar negeri. Ia berharap business networking dapat digelar lebih rutin agar dampaknya terhadap pengembangan ekspor nasional semakin besar.

Dalam kesempatan itu, Puntodewi juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan platform digital InaExport sebagai sarana promosi dan perluasan jaringan pasar global. Melalui platform tersebut, eksportir Indonesia dapat meningkatkan visibilitas produk dan terhubung dengan calon pembeli dari berbagai negara.