Kemnaker–Unpad Perkuat Sinergi, Siapkan SDM Hadapi Transformasi Digital

0
27
Foto; Kemnaker

(Vibizmedia – Jatinangor, Bandung)  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ketenagakerjaan guna merespons dinamika pasar kerja yang terus berubah akibat transformasi digital.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam kegiatan Employer Meeting Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempererat keterkaitan antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Pemerintah menilai sinergi lintas sektor penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menyatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung transformasi ketenagakerjaan nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta pengembangan talenta yang adaptif.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci untuk menyiapkan SDM yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Kemnaker dan Unpad akan mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga penguatan kajian ketenagakerjaan dan penyusunan program pendidikan serta pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Sinergi ini juga diarahkan untuk memperkuat konsep link and match antara kurikulum pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja, sehingga kesenjangan kompetensi lulusan dapat ditekan secara bertahap.

Menurut Cris, integrasi antara pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah kompetisi global.

Selain itu, kolaborasi ini mencakup penguatan pelatihan vokasi melalui integrasi program pelatihan Kemnaker dengan kapasitas akademik, riset, dan inovasi yang dimiliki Unpad.

Pada kesempatan tersebut, Cris juga menegaskan komitmen Kemnaker dalam memperluas akses peningkatan kompetensi melalui transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital SIAPKerja serta penguatan balai pelatihan vokasi yang lebih responsif terhadap perkembangan industri.

Transformasi ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kami ingin memastikan generasi muda memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja yang lebih luas,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, pengembangan SDM nasional diharapkan semakin adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.-