RI–Inggris Perluas Kolaborasi: Dari Semikonduktor hingga Kampus Internasional

0
46
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Paris) Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah dalam memperluas jejaring kerja sama ekonomi internasional serta mempercepat integrasi ke dalam berbagai blok perdagangan dan organisasi global strategis. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Inggris Sir Chris Bryant di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026 di Paris.

Pertemuan tersebut menyoroti penguatan kolaborasi di sejumlah sektor prioritas, mulai dari aksesi perdagangan multilateral, pengembangan industri teknologi tinggi, hingga perluasan kerja sama pendidikan bertaraf internasional.

Salah satu fokus utama adalah percepatan langkah Indonesia untuk bergabung dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Pemerintah Inggris menyatakan dukungan aktif dengan melakukan pendekatan kepada negara-negara anggota CPTPP. Sebagai tindak lanjut, Inggris akan meluncurkan konsultasi publik (call for evidence) dalam dua bulan ke depan guna mengumpulkan data dan argumen yang mendukung proses aksesi Indonesia.

Dalam pembahasan tersebut, Indonesia telah menyelaraskan regulasi domestik pada 22 bab ketentuan CPTPP. Inggris juga mengusulkan mekanisme “proses kelayakan” bersama agar aksesi Indonesia dapat berjalan paralel dengan negara kandidat lainnya, dengan target pembahasan pada tingkat menteri di tahun 2026.

Selain itu, kerja sama strategis juga mencakup pengembangan industri semikonduktor melalui kemitraan antara Inggris dan Danantara. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan rantai pasok dan produksi cip nasional guna mendukung kemandirian industri digital Indonesia.

Di bidang pendidikan, kedua negara sepakat memperluas investasi melalui kehadiran institusi pendidikan global di Indonesia. Operasionalisasi King’s College London serta rencana pembangunan kampus University of Liverpool akan membuka peluang program gelar ganda (dual degree), sekaligus mempererat hubungan akademik dan budaya kedua negara.

Inggris juga menegaskan dukungan penuh terhadap target Indonesia menjadi anggota penuh OECD pada 2028. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pendampingan teknis di berbagai komite guna memastikan terpenuhinya standar kebijakan yang ditetapkan.

Meski memprioritaskan jalur multilateral melalui CPTPP, Indonesia dan Inggris tetap membuka opsi perjanjian dagang bilateral sebagai langkah alternatif apabila proses negosiasi menghadapi kendala.

Ke depan, kedua negara akan menindaklanjuti kesepakatan ini melalui persiapan agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi berikutnya yang direncanakan berlangsung di Bali pada tahun ini. Melalui langkah strategis tersebut, hubungan Indonesia dan Inggris diharapkan terus berkembang menjadi kemitraan yang kuat, adaptif, dan berorientasi masa depan.