Sinergi RI–Jepang: Dari EV hingga Nuklir Sipil untuk Ketahanan Energi

0
72
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Paris) Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk memperdalam kerja sama bilateral yang komprehensif di berbagai sektor strategis. Dalam pertemuan yang berlangsung di sela kunjungan di Prancis pada Rabu (3/06), kedua negara menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Fokus kerja sama mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), penguatan industri perkapalan, pemanfaatan energi bersih, hingga percepatan integrasi Indonesia ke dalam organisasi ekonomi global.

Kemitraan ini semakin kuat setelah kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang yang menghasilkan berbagai kesepakatan positif. Momentum tersebut menegaskan visi bersama dalam mempererat hubungan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas keamanan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kolaborasi dengan Jepang menjadi pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional, khususnya dalam menghadapi era industri hijau dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Indonesia, lanjut Airlangga, berkomitmen mempercepat prioritas pembangunan melalui adopsi teknologi maju dan peningkatan investasi berkelanjutan dari Jepang. Salah satu fokus utama adalah penguatan proyek energi terbarukan di kawasan ASEAN, terutama sektor panas bumi. Kerja sama ini tidak hanya mencakup transfer teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program magang dan pendidikan di perusahaan-perusahaan Jepang.

Di tengah dinamika perdagangan global, kedua negara juga sepakat untuk merespons tantangan bersama, termasuk isu kelebihan kapasitas produksi baja dunia. Indonesia dan Jepang menekankan pentingnya menjaga tatanan ekonomi internasional yang berbasis aturan guna menghadapi meningkatnya tren proteksionisme global.

Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara, khususnya dalam mendorong transformasi industri masa depan. Indonesia mengundang produsen otomotif Jepang untuk berpartisipasi aktif dalam membangun ekosistem EV terintegrasi berbasis industri baterai nikel domestik. Langkah ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja bagi Indonesia, sekaligus membuka peluang rantai pasok yang efisien bagi Jepang.

Selain itu, kedua negara juga mendorong modernisasi sektor maritim dan pengembangan energi bersih. Jepang mendukung peningkatan daya saing industri perkapalan Indonesia melalui mekanisme evaluasi OECD. Dukungan ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam pengadaan lebih dari 1.500 armada kapal baru untuk mendukung ketahanan pangan. Di bidang energi, kedua negara tengah menyusun peta jalan pengembangan energi nuklir sipil melalui studi reaktor modular kecil (SMR).

Dalam aspek perdagangan, penyelesaian Protokol Perubahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia–Jepang (IJEPA) diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan adil bagi pelaku usaha kedua negara.

Ke depan, Indonesia dan Jepang telah menyusun langkah strategis yang akan segera direalisasikan. Pemerintah Indonesia menargetkan ratifikasi perubahan IJEPA rampung pada semester kedua tahun ini. Selain itu, Indonesia juga mempercepat proses aksesi ke OECD dengan target keanggotaan penuh pada 2028, dengan dukungan Jepang. Indonesia juga mengharapkan dukungan Jepang dalam proses keanggotaan CPTPP.

Dalam menghadapi potensi tarif global, khususnya di sektor baja, Indonesia akan melakukan dialog strategis dengan Uni Eropa, sementara Jepang terus mengadvokasi pentingnya menolak kebijakan proteksionisme di tingkat global.

Melalui berbagai langkah konkret tersebut, hubungan Indonesia dan Jepang kini tidak lagi sekadar kemitraan dagang konvensional, melainkan telah berkembang menjadi kolaborasi strategis jangka panjang yang tangguh dalam menghadapi tantangan global.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar RI di Paris Mohamad Oemar, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi.