Menuju Ekonomi Tangguh, Indonesia–Swiss Perkuat Kolaborasi Global

0
79
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Paris) Hubungan bilateral antara Indonesia dan Swiss kian menunjukkan penguatan yang signifikan dan strategis. Melanjutkan momentum kunjungan Presiden Swiss ke Jakarta sebelumnya, kedua negara kembali menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk memperdalam kerja sama di bidang ekonomi, ketahanan energi, serta mendukung percepatan aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Dalam pertemuan dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kemitraan dengan Swiss menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) non-binding di sektor mineral dan logam yang dijadwalkan pada 23 Juni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kemitraan ke sektor mineral kritis, dengan Swiss menekankan pentingnya keterbukaan pasar untuk memastikan implementasi yang optimal.

Swiss juga kembali menegaskan dukungan penuh terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD, termasuk melalui kontribusi pendanaan sebesar 3 juta euro. Dukungan ini diwujudkan dalam program kerja sama periode 2025–2028 yang berfokus pada penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan kapasitas dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab (OECD Responsible Business Conduct), serta aksesi terhadap Konvensi Anti-Suap OECD.

Pemerintah Indonesia sendiri tengah mengakselerasi proses aksesi dengan membahas sekitar 240 instrumen hukum OECD yang mencakup 32 bab bersama lebih dari 60 kementerian dan lembaga, guna memastikan implementasi standar secara nyata.

Di sisi lain, Indonesia juga terus melakukan reformasi struktural BUMN melalui restrukturisasi dan optimalisasi aset. Salah satu langkah strategis adalah pembentukan sovereign wealth fund baru, Danantara, yang berperan dalam pengelolaan aset serta investasi domestik dan internasional. Ke depan, Indonesia dan Swiss akan bekerja sama dalam mengadopsi praktik tata kelola terbaik global, memanfaatkan pengalaman Swiss di pasar yang matang.

Dalam menghadapi ketidakstabilan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, kedua negara sepakat memperkuat koordinasi dalam menjaga ketahanan energi dan pangan. Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber energi, sementara Swiss menjaga cadangan minyak strategis dan ketahanan pupuk nasional.

Kerja sama juga diperluas di bidang teknologi energi melalui kolaborasi antara Kementerian ESDM dan SECO dalam pengembangan smart grid dan teknologi penyimpanan energi guna mendukung pemanfaatan energi surya di Indonesia.

Pertemuan ini menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Swiss tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga strategis dan berorientasi jangka panjang. Kedua negara berkomitmen menyusun langkah konkret dan target pencapaian bersama untuk menghadapi dinamika global serta memastikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua negara.