Cetak 5.472 Lulusan Siap Kerja, Vokasi Jadi Mesin Pencetak SDM Industri Berkelas Dunia

0
222
Vokasi
Vokasi. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi utama transformasi manufaktur nasional. Melalui pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri atau link and match, Kemenperin berhasil mencetak ribuan tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pengembangan SDM industri merupakan investasi strategis untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik agar menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter industri yang kuat sehingga mampu berdaya saing secara global,” ujar Menperin di Jakarta, Rabu (10/6).

Sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil meluluskan sebanyak 5.472 peserta didik dari 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Para lulusan tersebut dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur dan sebagian besar berhasil terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, menegaskan bahwa tingginya tingkat penyerapan lulusan menjadi bukti keberhasilan sistem pendidikan vokasi industri yang dijalankan Kemenperin.

Menurutnya, kurikulum pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung di lingkungan industri sehingga menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Keberhasilan program ini tercermin dari kiprah para alumninya di tingkat global. Salah satunya Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, yang kini bekerja di perusahaan Mono Group di Hungaria pada bagian Sanding Department.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan pekerjaan di kawasan industri Eropa sebelum wisuda. Semua itu berkat pembelajaran teori, praktik, disiplin, dan pengalaman berinteraksi langsung dengan praktisi industri selama kuliah,” ungkap Jeihza.

Prestasi serupa ditunjukkan oleh Pipit Fitriyani, lulusan Politeknik STTT Bandung, yang kini menjabat sebagai General Manager di PT TESTEX Testing and Certification.

Ia menilai pendidikan vokasi Kemenperin memberikan bekal yang sangat relevan dengan kebutuhan industri modern karena mengombinasikan teori dan praktik secara seimbang.

Sementara itu, Muhammad Daffa Kayana, lulusan SMK-SMAK Padang tahun 2025, berhasil melanjutkan pendidikan ke Nanjing Tech University. Kesuksesan tersebut menunjukkan bahwa lulusan vokasi industri tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi internasional.

Untuk menjaga pasokan SDM industri unggul, Kemenperin terus memperluas akses pendidikan melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar JARVIS 2025 yang mencapai 82,8 ribu orang untuk politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar untuk SMK Kemenperin.

Tingginya animo masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi industri Kemenperin semakin dipercaya sebagai jalur efektif untuk mencetak tenaga kerja kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global dalam mendukung kemajuan industri nasional.