Kepercayaan Investor Dunia Jadi Modal Perkuat Ekonomi Indonesia

0
80
Investor
Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah terus memperkuat kepercayaan pasar dan pelaku ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari penguatan iklim investasi, percepatan deregulasi, hingga pengembangan hilirisasi dan industrialisasi nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, keberhasilan penerbitan obligasi global (global bond) oleh Danantara menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Menurut Prasetyo, minat investor dari berbagai kawasan dunia terhadap global bond Danantara menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih mendapat kepercayaan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global.

“Kepercayaan investor dari Amerika, Eropa, maupun Asia terhadap global bond yang diterbitkan Danantara merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Ini menunjukkan optimisme dunia terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Prasetyo menjelaskan, pemerintah dalam beberapa pekan terakhir terus memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat nilai tukar rupiah, serta meningkatkan persepsi positif pasar terhadap Indonesia.

Selain menjaga kepercayaan investor, pemerintah juga terus mendorong reformasi struktural melalui penyederhanaan regulasi dan perizinan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif dan menarik investasi baru.
“Presiden berulang kali menegaskan bahwa proses perizinan harus semakin mudah agar iklim investasi berkembang dan ekosistem ekonomi nasional menjadi lebih kompetitif,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah menempatkan hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Prasetyo menegaskan, hilirisasi tidak hanya bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

“Produk yang dihasilkan melalui proses hilirisasi dan industrialisasi diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang pada akhirnya meningkatkan kekayaan bangsa dan negara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menilai stabilitas politik, ekonomi, dan sosial menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pelaku pasar untuk bersama-sama menjaga optimisme serta memperkuat ekonomi nasional.

“Mari seluruh masyarakat, pelaku pasar, dan pelaku ekonomi bergandengan tangan, bekerja sama, dan bekerja keras untuk memulihkan sekaligus memperkuat ekonomi Indonesia,” kata Prasetyo.