Indonesia-Uzbekistan Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan UKM untuk Pasar Global

0
52
Pertemuan Wamendag Roro dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Zulaykho Mahkamova, di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (16 Juni 26).. (Foto: Humas Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Pemerintah Indonesia dan Uzbekistan sepakat memperkuat kerja sama pemberdayaan perempuan dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Zulaykho Mahkamova, di Tashkent, Uzbekistan, Selasa (16/6).

Dalam pertemuan itu, Wamendag Roro menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Sekitar 64,5 persen UKM di Indonesia dimiliki atau dikelola perempuan, terutama di sektor kuliner, fesyen, kecantikan, kerajinan, dan industri kreatif.

Untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, Kemendag terus menjalankan program UKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program tersebut mencakup fasilitasi business matching, promosi ekspor, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses pasar global. Selain itu, pemerintah juga mendorong literasi digital agar UKM mampu memanfaatkan platform niaga elektronik dalam mengembangkan usaha.

Indonesia memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi inklusif. Dalam kerangka Joint Working Group on Trade and Investment Cooperation, Indonesia mengusulkan peningkatan kolaborasi antarpelaku usaha perempuan melalui seminar, program business outreach, serta identifikasi produk potensial dari kedua negara.

Roro menilai sejumlah produk unggulan Indonesia memiliki peluang besar di pasar Uzbekistan, antara lain teh, cokelat, buah tropis, modest fashion, produk halal, dan kosmetik. Sebaliknya, produk khas Uzbekistan juga dinilai berpotensi memperoleh pasar di Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi sekaligus mendukung percepatan perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uzbekistan.

Zulaykho Mahkamova merespon dengan menyatakan kesiapan Uzbekistan untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan peran perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan.

Uzbekistan juga mengusulkan pembentukan program Women Business Accelerator guna meningkatkan kapasitas dan akses pasar bagi wirausaha perempuan, serta Organization for Exchange of Experiences Program sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarorganisasi di kedua negara.

Kedua negara menegaskan komitmen terhadap prinsip transparansi, inklusivitas, dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ekonomi yang dibangun diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat.

Wamendag Roro turut mengundang pemerintah dan pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam pameran dagang internasional terbesar Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 sebagai ajang memperluas jejaring bisnis dan kemitraan antarwirausaha kedua negara.