Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Asia Tengah

0
71
Tashkent International Investment Forum 2026 (Foto: Menafn)

(Vibizmedia – Economy & Business) Indonesia melihat Asia Tengah sebagai salah satu kawasan strategis dengan peluang besar bagi pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan di masa depan. Diversifikasi pasar menjadi salah satu pelajaran penting dari perjalanan perdagangan Indonesia, terutama di tengah perubahan dinamika ekonomi global yang mendorong munculnya pusat pertumbuhan baru.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri saat memberikan keynote speech dalam Tashkent International Investment Forum 2026 di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6).

Wamendag Roro menyampaikan, Asia Tengah kini memiliki peran penting sebagai penghubung antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Salah satu negara yang menunjukkan perkembangan ekonomi signifikan adalah Uzbekistan melalui berbagai reformasi yang memperkuat kepercayaan investor, mendorong industrialisasi, serta meningkatkan konektivitas regional.

“Asia Tengah kini bukan sekadar kawasan di antara ekonomi besar, tetapi telah menjadi pusat strategis yang menghubungkan berbagai kawasan dunia,” ujar Wamendag Roro.

Ia menjelaskan, hubungan perdagangan Indonesia dan Uzbekistan terus menunjukkan perkembangan positif. Pada awal 2026, kedua negara juga resmi memulai negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) sebagai langkah memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Menurut Wamendag Roro, IU-FTA tidak hanya menjadi kesepakatan perdagangan, tetapi juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Asia Tenggara dan Asia Tengah. Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar, menarik investasi, memperkuat rantai pasok, serta menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

“Konektivitas bisnis menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama ekonomi yang berkelanjutan. Perjanjian perdagangan membuka peluang, tetapi hubungan antarpelaku usaha yang akan mengubah peluang tersebut menjadi hasil nyata,” katanya.

Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Ibrohim Ergashev mengajak mitra internasional, lembaga keuangan, serta sektor swasta untuk bersama-sama membangun jaringan perdagangan masa depan di Asia Tengah. Menurutnya, perubahan rantai pasok global menjadikan kawasan tersebut semakin strategis, sementara Uzbekistan berupaya memperkuat posisi sebagai pusat logistik dan investasi industri.

Wamendag Roro juga mengundang pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 14—18 Oktober 2026. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha kedua negara untuk menjajaki peluang bisnis dan memperluas kemitraan global.

Indonesia, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Uzbekistan dan mitra internasional lainnya guna membangun perdagangan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan.

“Bersama-sama, kita dapat mengubah tantangan global menjadi peluang, menciptakan koridor pertumbuhan baru, dan menjadikan perdagangan sebagai jembatan menuju kemakmuran serta pembangunan,” pungkas Wamendag Roro.