Dorong Transformasi Digital, Kemkomdigi Targetkan Internet 100 Mbps Nasional

0
32
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan kecepatan internet nasional rata-rata mencapai 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target ini akan dicapai melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi dari operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga ke wilayah pinggiran.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa konektivitas digital yang cepat, merata, dan terjangkau kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus fondasi utama dalam memperkuat ekonomi digital nasional.

“Kami berkomitmen untuk mencapai kecepatan internet hingga 100 Mbps dalam dua tahun ke depan secara merata, dengan biaya yang semakin terjangkau bagi masyarakat,” ujar Nezar saat berdialog dengan jajaran Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatra Utara, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas merupakan bagian dari strategi Kemkomdigi yang terangkum dalam visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”. Infrastruktur digital yang semakin andal diharapkan mampu mendorong produktivitas masyarakat, memperluas akses layanan publik berbasis digital, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan. Upaya ini mencakup perluasan pembangunan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Kami mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal agar dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran. Tujuannya adalah memberikan akses internet yang lebih terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik,” kata Nezar.

Ia juga menyoroti bahwa pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar. Pemerintah masih menerima laporan mengenai wilayah yang mengalami blank spot, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

“Kesenjangan infrastruktur dan konektivitas harus segera kita tutup, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” tegasnya.

Sebagai solusi, pemerintah kini mengembangkan pendekatan terpadu melalui kombinasi pembangunan jaringan serat optik, layanan fixed broadband, serta konektivitas berbasis satelit agar akses internet dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Nezar menambahkan, pentingnya konektivitas semakin terlihat dalam situasi darurat, seperti saat terjadi bencana. Selain kebutuhan logistik, masyarakat juga membutuhkan akses komunikasi yang cepat untuk memperoleh informasi dan berkoordinasi.

“Dalam situasi bencana, selain bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Ini menunjukkan bahwa konektivitas telah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui penguatan infrastruktur dan kolaborasi dengan penyelenggara telekomunikasi, Kemkomdigi optimistis transformasi digital dapat dinikmati secara lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet bagi seluruh masyarakat Indonesia.