Setelah 20 Tahun, Piala Dunia Kembali Gratis di TVRI untuk Semua

0
180
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Kabar baik untuk pecinta sepak bola Tanah Air. Setelah lebih dari dua dekade, masyarakat Indonesia akhirnya bisa kembali menikmati siaran Piala Dunia FIFA 2026 secara gratis lewat TVRI. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk menghadirkan hiburan berkualitas yang bisa diakses semua kalangan tanpa biaya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat harus mengandalkan layanan berbayar untuk menonton ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu. Kini, pemerintah menghadirkan kembali siaran gratis melalui TVRI sebagai televisi publik nasional.

“Tahun-tahun sebelumnya masyarakat harus menonton Piala Dunia melalui layanan berbayar. Tahun ini, pemerintah menghadirkan siaran Piala Dunia secara gratis melalui TVRI agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Edwin saat menghadiri rangkaian Garuda Spark Innovation Hub di Pos Bloc Medan, Sumatra Utara.

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan TVRI untuk memastikan tayangan olahraga kelas dunia bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di berbagai daerah.

Tak hanya itu, untuk memperluas akses dan meramaikan euforia, Kemkomdigi juga menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di 60 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di ruang-ruang publik seperti Pos Bloc dan terhubung dengan berbagai kota, mulai dari Serang, Bukittinggi, Bali, hingga Surakarta.

Di Medan, acara nobar turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, serta kreator konten Ayana Jihye Moon yang ikut menyapa masyarakat.

Edwin juga memberikan apresiasi kepada TVRI yang kembali dipercaya sebagai penyiar resmi Piala Dunia, setelah terakhir kali menayangkannya pada 2002. Menurutnya, ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan penyiaran publik nasional dalam menghadirkan konten berkualitas yang inklusif.

Lebih dari sekadar hiburan, program nobar di berbagai daerah ini diharapkan mampu memperkuat interaksi sosial, menumbuhkan semangat sportivitas, sekaligus menghidupkan ruang-ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat.

“Kami ingin masyarakat di seluruh penjuru negeri bisa menikmati Piala Dunia bersama tanpa terbebani biaya. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan layanan informasi dan hiburan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Edwin.