Dari Sepak Bola ke Digital: Momentum Besar di Balik Piala Dunia 2026

0
171
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah memanfaatkan gelaran Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat literasi digital, memperluas kolaborasi ekosistem digital nasional, serta menghadirkan tayangan berkualitas yang bisa diakses gratis melalui TVRI.

Lewat program Garuda Spark Innovation Hub, Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar nonton bareng (nobar) serentak di 60 titik di berbagai daerah. Kegiatan ini tak sekadar menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat transformasi digital di tengah masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Garuda Spark bukan hanya soal menonton pertandingan bersama. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai wadah untuk membangun ekosistem inovasi digital yang melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pelaku industri, hingga masyarakat luas.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Medan yang sejak awal mendukung lahirnya Garuda Spark Innovation Hub di Pos Bloc Medan. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mempercepat transformasi digital,” ujar Meutya saat menghadiri nobar di Medan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya ditopang oleh teknologi semata, tetapi juga oleh kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kemkomdigi melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital terus mendorong pengembangan sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), industri gim, platform digital, hingga penguatan talenta digital nasional.

“Ekonomi digital tumbuh karena ekosistemnya dibangun bersama. AI, platform digital, industri gim, hingga inovasi teknologi menjadi bagian penting yang terus kami kembangkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemkomdigi juga menyapa masyarakat yang mengikuti nobar di puluhan titik di seluruh Indonesia, mulai dari Surakarta, Serang, Denpasar, hingga berbagai wilayah lainnya melalui jaringan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio dan fasilitas publik.

Meutya menambahkan, Balai Monitoring memiliki peran vital, tidak hanya memastikan penggunaan spektrum frekuensi berjalan aman dan bebas gangguan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga layanan komunikasi, terutama saat terjadi bencana. Dalam situasi darurat, tim Balai Monitoring bergerak cepat untuk memastikan jaringan komunikasi kembali pulih agar masyarakat tetap mendapat akses informasi.

Lebih jauh, momentum final Piala Dunia juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti sportivitas, semangat pantang menyerah, dan persatuan. “Dalam pertandingan, yang utama adalah sportivitas, perjuangan, dan kebersamaan. Menang atau kalah adalah bagian dari kompetisi, tetapi persatuan adalah nilai yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bagaimana teknologi digital mampu menghubungkan masyarakat Indonesia dalam satu ruang kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari komunitas global yang menyaksikan ajang olahraga terbesar di dunia.

“Pada malam ini kita tidak hanya terhubung dengan 60 titik di Indonesia, tetapi juga dengan jutaan orang di berbagai belahan dunia yang menonton pertandingan yang sama. Sepak bola menyatukan manusia tanpa batas,” kata Meutya.

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menghadirkan hiburan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Komitmen ini diwujudkan dengan kembalinya TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia setelah 24 tahun, sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara gratis melalui televisi publik nasional.

“Terakhir TVRI menyiarkan Piala Dunia adalah 24 tahun lalu. Kini masyarakat bisa kembali menikmati tayangan berkualitas secara gratis. Ini bentuk komitmen pemerintah menghadirkan hiburan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Meutya.