Kampung Nelayan Modern Banyuwangi Tarik Perhatian Delegasi ASEAN

0
78
Foto: Istimewa

(Vibizmedia – Banyuwangi) Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi contoh praktik terbaik dalam pengembangan ekonomi biru berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Model hilirisasi perikanan yang dipadukan dengan sektor pariwisata ini menarik perhatian delegasi ASEAN ID Blue yang terdiri dari perwakilan negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF).

Kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian forum ASEAN ID Blue yang digelar pada 16–19 Juli 2026. Para delegasi melihat langsung bagaimana koperasi nelayan mampu mendorong perekonomian lokal melalui pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ali Rahmat Iman Santoso, menjelaskan bahwa KNMP Lateng dikembangkan sebagai kampung nelayan modern dengan konsep hilirisasi yang terintegrasi dengan wisata kuliner. Hasil tangkapan nelayan langsung diolah di lokasi menjadi berbagai menu kuliner yang menarik bagi pengunjung.

Konsep tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan nilai jual hasil perikanan, tetapi juga menciptakan daya tarik wisata baru di kawasan pesisir.

Selain itu, KNMP Lateng juga mengusung desain kawasan yang mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing, memadukan unsur budaya lokal dengan sentuhan modern sehingga memperkuat identitas Banyuwangi sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengapresiasi pengembangan kawasan tersebut yang dinilai berhasil mengimplementasikan konsep ekonomi biru secara nyata dan memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dalam kunjungan itu, delegasi meninjau berbagai fasilitas seperti gerai kuliner, dermaga perahu, tempat pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, hingga unit pengolahan hasil perikanan. Mereka juga berdialog dengan pelaku usaha serta mencicipi produk olahan laut dari UMKM setempat.

Perwakilan Kedutaan Besar Fiji, Leone Bainivanua, mengaku terinspirasi dengan konsep KNMP Lateng yang dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir. Hal serupa disampaikan perwakilan Malaysia, Faezatun Azirah Binti Yahaya, yang melihat program ini sebagai referensi untuk pengembangan sektor perikanan di negaranya.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa kawasan KNMP Lateng dibangun berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, lokasi tersebut hanya berupa area pedagang dengan tenda sederhana, namun kini telah berkembang menjadi destinasi wisata kuliner yang memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan dan warga sekitar.

Ia menambahkan, keberadaan KNMP turut meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, khususnya perempuan, serta membuka peluang usaha baru. Pemerintah daerah juga terus melakukan pendampingan agar kualitas layanan kepada pengunjung semakin baik.

KNMP Lateng sendiri merupakan bagian dari program prioritas nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan Banyuwangi menjadi salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.