Hampir 36 Ribu Sekolah Jadi Target Revitalisasi Pendidikan Tahun 2026

0
77
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah memperluas cakupan Program Revitalisasi Pendidikan pada 2026 dengan menargetkan hampir 36 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana dan prasarana sekaligus mendorong transformasi pembelajaran secara nasional.

Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penerima program terjadi setelah adanya tambahan anggaran, sehingga cakupan sekolah yang direvitalisasi meningkat signifikan dari rencana awal.

Ia merinci, program tersebut kini menyasar 16.075 satuan PAUD, 15.235 sekolah dasar, dan 4.638 sekolah menengah pertama.

Menurut Khamim, revitalisasi pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan melalui perbaikan fasilitas sekolah. Program ini tidak hanya mencakup renovasi sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru di wilayah yang masih kekurangan akses pendidikan.

Pada 2025, pemerintah berhasil merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal 10.440 sekolah. Capaian tersebut didukung oleh efisiensi pelaksanaan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan membuat penggunaan anggaran lebih efisien, sehingga jumlah sekolah yang diperbaiki dapat ditingkatkan.

Selain memperbaiki infrastruktur pendidikan, program ini juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Pelaksanaannya melibatkan sekitar 242.505 tenaga kerja lokal serta mendorong penggunaan material bangunan dari wilayah setempat, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pemerintah juga mempercepat rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI, agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Sementara itu, Ketua Tim Relasi Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Astrid Ramadiah Wijaya, menyampaikan bahwa kunjungan jurnalistik ke sekolah penerima program bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai pelaksanaan kebijakan serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan masyarakat.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi yang komprehensif terkait implementasi Program Revitalisasi Pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.