(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 74 tahun menjadi 76 tahun dalam lima tahun ke depan. Target ini akan dicapai melalui transformasi layanan kesehatan primer yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, agar masyarakat tetap sehat sebelum terserang penyakit.
Menurut Menkes, sasaran tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa pesan Presiden adalah memastikan masyarakat Indonesia berada dalam kondisi sehat.
Budi menjelaskan, indikator keberhasilan pembangunan kesehatan salah satunya tercermin dari meningkatnya usia harapan hidup. Saat ini, angka tersebut di Indonesia masih sekitar 74 tahun, sementara di Australia telah mencapai 82–83 tahun. Karena itu, peningkatan menjadi 76 tahun dipandang sebagai langkah awal menuju masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Untuk mewujudkannya, pemerintah mengubah pendekatan dari yang sebelumnya berfokus pada pengobatan menjadi pencegahan. Menkes menegaskan, menjaga masyarakat tetap sehat harus menjadi prioritas utama, sementara pengobatan merupakan langkah lanjutan jika seseorang sudah sakit.
Transformasi ini dilakukan dengan memperkuat layanan kesehatan primer, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga tenaga kesehatan di lini terdepan seperti kader, bidan, perawat, dan dokter. Meski rumah sakit tetap penting, sistem kesehatan yang ideal adalah ketika masyarakat tidak perlu dirawat karena kesehatannya terjaga.
Lebih lanjut, Menkes menjelaskan layanan kesehatan primer memiliki peran promotif melalui edukasi gaya hidup sehat serta preventif melalui imunisasi dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Masyarakat juga didorong menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori.
Program CKG dinilai penting untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan gangguan ginjal, yang saat ini menjadi penyebab utama penurunan kualitas hidup.
Pemerintah juga terus memperkuat intervensi di bidang gizi, baik untuk mengatasi stunting pada anak maupun kelebihan gizi pada orang dewasa.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengajak para mitra pembangunan seperti Pemerintah Australia, WHO, dan UNFPA untuk memastikan setiap program memiliki target yang jelas, terukur, dan berdampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan cakupan imunisasi serta tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Menutup pernyataannya, Menkes mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan cek kesehatan setiap tahun sebagai langkah sederhana dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan usia harapan hidup.









