Jepang Buka Peluang Ekspor Komoditas Laut Indonesia hingga Rp3,49 Triliun

0
349
"The 28th Japan International Seafood & Technology Expo" (JISTE) 2026, 19—21 Agustus 2026 di Tokyo Big Sight, Tokyo.(Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Commodity) Pasar Jepang membuka peluang besar bagi komoditas perikanan Indonesia untuk meningkatkan penetrasi ekspor non-migas. Hal ini tercermin dari potensi transaksi sebesar USD 198,33 juta atau sekitar Rp3,49 triliun yang dibukukan pelaku usaha Indonesia dalam The 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 di Tokyo.

Potensi ini menunjukkan bahwa komoditas boga bahari Indonesia memiliki ruang yang masih luas untuk dikembangkan, terutama melalui produk olahan yang menawarkan nilai tambah lebih tinggi. Tuna menjadi komoditas dengan potensi transaksi terbesar dalam ajang business matching, disusul gurita, ikan kisu, udang olahan (ebi fry), cakalang, rajungan, cumi-cumi, sotong, hingga berbagai produk olahan ikan lainnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan peluang tersebut perlu dioptimalkan dengan memanfaatkan Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Ini adalah kebijakan tarif nol persen untuk produk ikan olahan asal Indonesia yang dinilai dapat semakin memperkuat daya saing komoditas nasional di pasar Jepang.

Potensi pengembangan ekspor Indonesia juga tercermin dari kinerja perdagangan. Pada Januari–Juni 2026, ekspor produk olahan perikanan Indonesia ke Jepang mencapai USD 45,81 juta, tumbuh 29,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara lima tahunan, ekspor produk olahan perikanan Indonesia pada 2021–2025 mencatat pertumbuhan rata-rata 10,39 persen.

Kontributor utama adalah ikan tuna dan cakalang dengan nilai ekspor USD 41,12 juta atau 89,75 persen dari total ekspor produk olahan perikanan. Sementara itu, olahan ikan lainnya, cumi-cumi, dan gurita turut memperkuat diversifikasi komoditas ekspor.

Salah satu hasil konkret JISTE 2026 adalah penandatanganan MoU antara PT Nirvana Niaga Sejahtera dan Godai Co., Ltd. untuk pengembangan sashimi-grade yellowfin tuna loin, dengan potensi transaksi USD 9,6 juta atau sekitar Rp169,25 miliar.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa peluang ekspor komoditas perikanan Indonesia ke Jepang tidak hanya terletak pada peningkatan volume, tetapi juga pada diversifikasi produk, pengolahan, dan peningkatan nilai tambah.

Dengan pasar Jepang yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk laut berkualitas, penguatan promosi, kontinuitas pasokan, serta pemanfaatan tarif preferensial IJEPA menjadi kunci untuk mengubah potensi pasar menjadi pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan.