Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat untuk Turunkan Kematian Ibu dan Anak

0
118
Pratikno memberikan arahan dalam peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak 2026–2030 di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Istimewa)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak—terutama di wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur—tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar program yang dijalankan benar-benar efektif.

Ia menjelaskan, tantangan di kawasan timur Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan wilayah Jawa dan Bali, terutama karena kondisi geografis serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Hal tersebut disampaikan saat peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak 2026–2030 di Jakarta.

Pratikno mengaku memahami kondisi tersebut bukan hanya dari laporan, tetapi juga dari pengalaman langsung saat mengunjungi berbagai wilayah terpencil di Papua dan Maluku pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Ia menyaksikan bagaimana sulitnya menjangkau sejumlah daerah yang hanya bisa diakses menggunakan pesawat kecil, speedboat, atau perjalanan darat yang panjang.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Menurutnya, kerja keras tersebut sangat penting mengingat data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan angka kematian ibu di wilayah seperti NTT, Maluku, dan Papua masih sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan Jawa-Bali.

Melihat kondisi tersebut, Pratikno mendorong agar berbagai inovasi yang telah dilakukan di daerah terus diperkuat. Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kemenko PMK akan memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan optimal, sehingga program yang ada dapat saling terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program-program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan rumah sakit, dan penguatan layanan pendidikan. Menurutnya, berbagai inisiatif ini memiliki peran penting dalam menekan stunting, mengurangi masalah gizi, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Lebih lanjut, Pratikno menekankan pentingnya integrasi kebijakan antara pusat dan daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran. Ia berharap pemerintah daerah terus berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, baik dari daerah maupun dukungan pusat.

Sebagai penutup, ia memastikan bahwa Kemenko PMK akan terus menjalankan peran sebagai penghubung kebijakan, memastikan sinkronisasi dan koordinasi lintas sektor berjalan baik, khususnya di daerah dengan angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, ia optimistis upaya penurunan angka kematian ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif ke depan.