Registrasi SIM Biometrik Diminta Tak Persulit Masyarakat

0
40
Foto: Kemkomdigi

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya kemudahan dan inklusivitas dalam penerapan registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Ia mengingatkan agar kebijakan yang bertujuan memperkuat keamanan identitas ini tidak justru menyulitkan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikannya dalam acara Deklarasi Komitmen Bersama Implementasi Penuh Registrasi Pelanggan Berbasis Biometrik di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Meutya mengapresiasi sejumlah operator seluler yang mulai menerapkan pendekatan inklusif, seperti menyediakan ruang khusus bagi pelanggan perempuan berhijab saat proses registrasi.

Menurutnya, langkah-langkah seperti itu menunjukkan bahwa teknologi bisa diterapkan dengan tetap menghormati kebutuhan dan kenyamanan berbagai kelompok masyarakat. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan proses registrasi tetap sederhana dan mudah diakses oleh semua kalangan, karena tujuan utamanya adalah melindungi pengguna, bukan menambah beban.

Meutya juga menyoroti pentingnya sistem dan teknologi yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas. Ia meminta operator benar-benar memastikan bahwa layanan registrasi biometrik dapat diakses tanpa hambatan oleh siapa pun.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar operator menjaga kepatuhan penuh terhadap kebijakan ini. Tidak boleh ada lagi jalur registrasi baru yang mengabaikan verifikasi biometrik, sehingga keamanan data dan identitas pelanggan dapat terjamin secara menyeluruh.

Ia pun memberikan apresiasi kepada operator yang telah mencapai tingkat kepatuhan tinggi, sembari mendorong pengawasan di lapangan terus diperkuat agar implementasinya konsisten di seluruh Indonesia.

Untuk memperkuat ekosistem digital yang aman, Meutya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan sinergi tersebut, diharapkan keamanan ruang digital Indonesia dapat semakin terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat.