(Vibizmedia – Jakarta) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri acara Kick-off The 49th Jazz Goes to Campus (JGTC) “The City Series” di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (31/7) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar penyelenggaraan JGTC tahun depan diperluas menjadi lima seri di lima wilayah kota administrasi sebagai bagian dari perayaan lima abad Jakarta.
Sebagai festival jazz tertua di Indonesia, Jazz Goes to Campus merupakan hasil kolaborasi antara akademisi, komunitas seni, pelaku industri musik, dan pemerintah yang telah berlangsung hampir lima dekade.
Gubernur Pramono memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang konsisten menjaga keberlangsungan festival ini sehingga tetap menjadi salah satu agenda budaya bergengsi di Tanah Air.
Ia juga mengajak penggagas JGTC, Candra Darusman, bersama panitia untuk memperluas penyelenggaraan The City Series ke lima wilayah kota administrasi, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi kado istimewa bagi warga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan seni dan budaya.
Pramono menegaskan bahwa Taman Ismail Marzuki memiliki peran strategis sebagai pusat seni dan budaya Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi seniman, musisi, dan kreator untuk berkolaborasi dan berkarya.
Ia menilai, penyelenggaraan event budaya berskala besar seperti JGTC tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat identitas budaya Jakarta serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turut menyambut baik rencana penyelenggaraan JGTC di lima wilayah kota. Ia menyebut konsep pelaksanaan tengah disiapkan oleh tim kreatif agar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan lima abad Jakarta.
Acara Kick-off The 49th JGTC “The City Series” ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Akademi Jakarta, insan musik nasional, serta sivitas akademika Universitas Indonesia. Sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat ruang publik dan ekosistem seni budaya sebagai bagian dari pembangunan kota.









