Musim Kemarau Memuncak, Karhutla Landa Pinrang dan Wonogiri, Kekeringan Mulai Ancam Banyumas

0
36
Distribusi bantuan air bersih ke sejumlah desa di Kabupaten Banyumas yang terdampak kekeringan pada Sabtu (1/8). FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Musim kemarau yang semakin intens kembali memicu bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama periode 1 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 2 Agustus pukul 07.00 WIB, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih menjadi ancaman utama di berbagai daerah.

Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 19.00 WITA di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi daun dan ranting yang mengering akibat suhu panas di kawasan perbukitan berbatu, sehingga memunculkan titik api secara tiba-tiba. Sekitar lima hektare lahan terdampak dalam peristiwa ini, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

BPBD Kabupaten Pinrang bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC), TNI, Polri, dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman. Selain memadamkan api, petugas juga menerapkan metode fire breaking atau pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas ke area lain.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sekitar empat hektare lahan terdampak, namun tidak ada korban jiwa. Berkat respons cepat BPBD Kabupaten Wonogiri, api berhasil dipadamkan dan situasi telah terkendali.

Sementara itu, dampak musim kemarau juga dirasakan masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurunnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih mengering sehingga warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BPBD Kabupaten Banyumas bersama pemerintah desa, unsur kemanusiaan, dan masyarakat terus mendistribusikan bantuan air bersih. Hingga Sabtu (1/8) pukul 23.00 WIB, sebanyak 27.000 liter air bersih atau setara lima tangki telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Desa Sudimara, Desa Rancamaya, Desa Langgongsari, Desa Jingkang, dan Desa Cipete.

BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, mengoptimalkan distribusi air bersih, serta mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Apabila menemukan indikasi titik api atau mengalami kesulitan memperoleh air bersih, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pemerintah desa atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.