(Vibizmedia – Industry) Masyarakat Indonesia makin marak dalam tren gaya hidup sehat. Hal ini membuka peluang besar bagi industri nasional. Permintaan terhadap produk pakaian olahraga, alas kaki, kosmetik berbahan alami, hingga makanan dan minuman sehat terus meningkat.
Melihat potensi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas pangsa ekspor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) dan Cosmetic Day 2026 di Plaza Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada 3–6 Agustus 2026.
Pameran yang mengusung tema “Lokal, Aktif, Halal”, ini menjadi ajang promosi sekaligus kolaborasi bagi industri pakaian olahraga, alas kaki, peralatan olahraga, kosmetik, serta makanan dan minuman kesehatan. Penyatuan ISAW dan Cosmetic Day juga menjadi strategi untuk membangun ekosistem industri gaya hidup yang semakin terintegrasi.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi peluang besar bagi industri nasional. Menurutnya, produk sportwear dan kosmetik kini memiliki basis konsumen yang terus berkembang, terutama dari kalangan usia produktif yang menjadikan olahraga, kesehatan, dan penampilan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Nilai Lokal, Aktif, dan Halal menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujar Faisol saat membuka ISAW dan Cosmetic Day 2026 di Jakarta, Senin (3/8).
Sertifikasi halal menjadi salah satu keunggulan kompetitif produk Indonesia untuk menjangkau pasar global, khususnya lebih dari dua miliar konsumen Muslim di Asia dan Afrika.
Prospek industri sportwear nasional juga terus membaik. Berdasarkan laporan Euromonitor International, nilai pasar sportswear Indonesia mencapai sekitar Rp38,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp58,6 triliun pada 2030 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 9 persen per tahun.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor industri pakaian jadi naik dari USD7,08 miliar pada 2024 menjadi USD7,27 miliar pada 2025. Ekspor alat olahraga juga meningkat 12 persen menjadi USD306,3 juta, sedangkan ekspor kosmetik tumbuh 13,7 persen menjadi USD473,8 juta.
Selain memperluas pasar, sektor ini juga berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja. Industri pakaian jadi dan alas kaki masih menjadi sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja, sementara industri kosmetik terus bertambah dengan 1.655 perusahaan hingga Juli 2026, lebih dari 87 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).
Melalui ISAW dan Cosmetic Day 2026, Kemenperin juga memperkuat pembinaan IKM melalui peningkatan kompetensi SDM, modernisasi teknologi, sertifikasi, kemitraan dengan perguruan tinggi dan dunia usaha, serta perluasan akses pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak merek lokal yang tidak hanya menjadi pilihan utama di pasar domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.









