Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi USD 145,3 Miliar, Masih Cukup Biayai 5,5 Bulan Impor

0
43
Bank Indonesia
DOK: BANK INDONESIA

(Vibizmedia-Nasional) Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar, turun tipis dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai US$145,6 miliar.

BI menyebut penurunan tersebut tidak signifikan dan posisi cadangan devisa nasional masih berada pada level yang kuat untuk menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan cadangan devisa pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah.

Di sisi lain, cadangan devisa juga terpengaruh oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap meningkatnya kembali ketidakpastian di pasar keuangan global.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Dengan posisi tersebut, BI menilai cadangan devisa Indonesia masih memadai untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Cadangan devisa yang tetap berada di atas US$145 miliar menjadi salah satu bantalan penting bagi perekonomian Indonesia ketika pasar keuangan global menghadapi ketidakpastian.

Menurut BI, posisi tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga. Optimisme tersebut ditopang oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing.

Aliran modal tersebut diharapkan terus bergerak sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi di Indonesia yang dinilai masih menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ramdan.

Meski turun sekitar US$300 juta dalam sebulan, cadangan devisa Indonesia masih memberikan ruang yang cukup kuat bagi pemerintah dan BI untuk menghadapi gejolak eksternal, membayar kewajiban luar negeri, sekaligus menjaga stabilitas rupiah.