663 Hari, 121 Kebijakan Transformatif untuk Ubah Persoalan Jadi Solusi

0
54
Sidang Tahunan MPR RI
Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya terus bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan. Dalam 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahannya, pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” ujar Prabowo.

Jika dirata-ratakan, angka tersebut berarti pemerintah mengambil sekitar satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Menurut Prabowo, kecepatan tersebut merupakan bentuk kesungguhan pemerintah dalam menjalankan mandat yang diberikan rakyat.

“Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,” tegasnya.

Empat Pedoman Pemerintahan

Prabowo menyebut terdapat empat pedoman utama yang menjadi landasan pemerintah dalam mengambil keputusan.

Pertama, menjalankan amanat UUD 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk mengelola kekayaan bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ketiga, pemerintah harus mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin. Keempat, setiap kebijakan harus berorientasi pada kepentingan rakyat serta masa depan anak dan cucu bangsa Indonesia.

Menurut Prabowo, keberanian mengambil keputusan mulai menunjukkan hasil di berbagai sektor.

Swasembada 8 Komoditas Pangan

Salah satu capaian yang disorot adalah sektor pangan. Prabowo mengatakan target swasembada pangan yang semula diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun dapat dicapai jauh lebih cepat.

“Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan,” katanya.

Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Namun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk mencapai swasembada daging. Prabowo menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam lima hingga enam tahun mendatang.

Aturan Pupuk Dipangkas, Harga Turun 20 Persen

Di sektor pertanian, pemerintah juga melakukan penyederhanaan kebijakan. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk dihapus, sementara harga pupuk diturunkan sebesar 20 persen.

Kebijakan tersebut dibarengi dengan peningkatan ketersediaan pupuk bagi petani.

Prabowo juga menyampaikan bahwa keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen.

B50 Hentikan Impor Solar

Di sektor energi, pemerintah mencatat capaian melalui implementasi B50 berbasis kelapa sawit.

Prabowo menyatakan Indonesia telah berhenti mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut, menurutnya, mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar US$9,5 miliar.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

Bukan Lagi Sekadar Janji

Prabowo juga menyebut sejumlah program lain, mulai dari makanan bergizi, bantuan sosial, hingga hilirisasi, telah memasuki tahap pelaksanaan.

Menurutnya, program-program tersebut bukan lagi sekadar janji atau rencana yang tertulis di atas kertas, tetapi sudah berjalan dan mulai memberikan manfaat kepada masyarakat.

Meski demikian, Presiden mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri. Masih banyak persoalan yang harus diselesaikan agar kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat,” ujar Prabowo.

Pilih Sulit Sekarang, Jangan Wariskan Masalah

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengambil keputusan yang mungkin tidak mudah dalam jangka pendek, tetapi diperlukan untuk kepentingan generasi mendatang.

“Kami memilih mengambil keputusan yang sulit pada hari ini daripada mewariskan masalah yang lebih berat lagi dan lebih rumit lagi kepada generasi-generasi penerus kita,” pungkasnya.